<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumah ide KU</title>
	<atom:link href="http://rumahideku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahideku.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Komunitas Kreatif yang didirikan dan dikelola oleh mahasiswa dari 	berbagai Perguruan tinggi di Bandung yang mengelola program – programnya 	dengan pendekatan 	minat. Salah satu program utamanya adalah 	pengelolaan dan pelayanan 	perpustakaan Komunitas baik untuk kalangan 	komunitas maupun publik, dimana 	yang menjadi koleksi utamanya adalah 	buku – buku dalam bahasa Jerman dengan 	koleksi pelengkap dalam edisi 	inggris adn Indonesia. Selain juga mengelola 	program periodikal BOEKOEKOE 	BANDUNG (BOELAN BOEKEOE KOLEKSI BANDUNG), 	penerbitan Newsletter, GIFT 	and CRAFT, KLUB FILM, PROGRESSIVE GRAPICHS dan 	EVENT MANAGEMENT saat ini 	juga tengah mempersiapkan program penerbitan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Sep 2011 10:17:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rumahideku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumah ide KU</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rumahideku.wordpress.com/osd.xml" title="Rumah ide KU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rumahideku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bandoeng</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/bandoeng/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/bandoeng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku tidak bisa tidur. Jadi, aku memutuskan untuk menulis beberapa hal. Hal-hal yang kupikir bisa kubagi kepada teman-temanku. Maaf kalau menggunakan kata “aku” karena aku merasa lebih mudah berpikir lalu menulisnya bila menggunakan kata tersebut. Sebenarnya aku tidak mengharapkan lebih dari tulisan ini, dan mungkin tulisan-tulisan selanjutnya. Sekedar berbagi. Hanya saja rasanya akan menyenangkan <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/bandoeng/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=193&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku tidak bisa tidur. Jadi, aku memutuskan untuk menulis beberapa hal. Hal-hal yang kupikir bisa kubagi kepada <em>teman-temanku</em>. Maaf kalau menggunakan kata “aku” karena aku merasa lebih mudah berpikir lalu menulisnya bila menggunakan kata tersebut.</p>
<p>Sebenarnya aku tidak mengharapkan lebih dari tulisan ini, dan mungkin tulisan-tulisan selanjutnya. Sekedar berbagi. Hanya saja rasanya akan menyenangkan apabila ada seseorang di luar sana, di luar lingkungan kita sehari-hari, yang turut mengamati kita dan berharap bahwa cerita kita selanjutnya akan lebih baik daripada sekarang.</p>
<p align="center">–HIDUP–</p>
<p>Hidup ini adalah drama, ada kisah sedih, ada pula kisah bahagia. Tapi, hidup tetap berlanjut. Di luar kita ternyata ada kisah yang lebih sedih atau lebih bahagia. Kita hanya partikel kecil kehidupan, yang karena terlalu kecilnya sehingga apabila menghilang tidak ada yang merasa keberatan, dirugikan atau diuntungkan. Dalam buku-buku teknik, hal itu disebut dengan “<em>neglectible”,</em> dapat diabaikan.</p>
<p>Tapi, ternyata hidup adalah sesuatu yang besar. Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang mempengaruhi kita. Pengalaman-pengalaman yang mempengaruhi pola pikir kita, cara kita menyikapi dan mengambil keputusan, bahkan tanpa kita sadari pengalaman-pengalaman yang dialami orang lain juga turut mempengaruhi kita. Tujuannya cuma dua, berusaha agar kebahagian + keberuntungan yang dialami orang lain tersebut kita alami juga, dan berusaha agar kesedihan + kegagalan yang dialami orang lain tidak kita alami.</p>
<p>Namun, hidup tidak gampang disikapi seperti itu. Ringan bagi orang lain mungkin terasa berat bagi kita, dan sebaliknya. Kadang kita berharap terlalu banyak untuk mengerti apa arti hidup, kadang kita terlalu sok tahu dalam menilai namun hal tersebut tidak dapat disalahkan. Karena semua orang mempunyai penilaian yang berbeda-beda terhadap sesuatu berdasarkan pengalaman yang menempa mereka. Hidup hanya menyisakan satu pertanyaan kepada diri kita sendiri, “Untuk apa aku hidup?” Pertanyaan sepi karena tidak ada jawaban yang benar, tidak ada pula yang salah.</p>
<p>Satu-satunya yang bisa kita jawab adalah, “Apa yang aku butuhkan untuk hidup?” Dan semua orang mempunyai jawaban yang berbeda, namun aku yakin kita semua akan meng-iya-kan karena itu menjadi keinginan kita juga.</p>
<p>“Aku butuh uang”.</p>
<p>“Aku butuh pendidikan”.</p>
<p>“Aku butuh kasih sayang.”</p>
<p>“Aku butuh keluarga”</p>
<p>Dan banyak jawaban lainnya.</p>
<p>Keinginan dan kebutuhan merupakan hal yang tidak sama. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita penuhi untuk bertahan hidup, alasan kita hidup. Sedangkan, keinginan adalah sesuatu yang tanpa itupun kita akan hidup juga. Tapi, ternyata kita sering gagal memisahkan dua hal itu, keinginan dan kebutuhan. Keinginan kita mungkin sama, kebutuhan pasti berbeda. Pengalaman-pengalaman hidup yang membuat itu berbeda bagi setiap orang.</p>
<p><em>When you got what you want, but not what you need.</em> <em>That is how life tricks us all.</em></p>
<p>Tapi, mungkinkah itu yang tetap menjadi alasan kita menjalani hidup?? Tidak ada jawaban yang pasti, sangat disayangkan.</p>
<p>Dan bila malam tiba, aku mencoba merenungkan apa yang telah aku jalani sepanjang usia ini. Terasakah kekosongan dalam hati? Ada pertanyaan mengapa yang tidak dapat aku jawab. Namun, aku mencoba untuk menutup mata. Aku masih hidup. Itu intinya, aku masih hidup dan aku terlalu keras kepala untuk menyerah. Kelak, semua akan terjawab. Dalam rengkuhan suratan takdir, ada jalannya. Ini jalan yang kupilih untuk mendapatkan jawaban apa yang kubutuhkan, untuk apa aku hidup.</p>
<p><em>If you can make one heap of all your winnings and risk it on one turn and lose, and start again at your beginnings and never be breathe a word about your loss. Yours is the earth and everything that is in it and which is more, you will be a man.</em></p>
<p>Aku memilih untuk menjawab ‘untuk apa aku hidup’ dengan mencari ‘apa yang kubutuhkan untuk hidup’ dan pencarian atas jawaban itu yang akan membuatku berusaha keras untuk bertahan hidup, dalam arti untuk tidak menyerah. Pengalaman-pengalamanku yang telah mengajarkanku hal tersebut dan aku tidak sabar menunggu petualangan hidup selanjutnya, untuk mempelajari pengalaman baru, dalam taruhan tinggi antara sukses atau gagal.</p>
<p>Dalam usiaku ini, aku mulai dapat melihat apa yang ada di ujung perjalanan ini walau mungkin hanya bayangannya saja. Apa yang kucari? <em>That is classified.</em> Yang pasti sesuatu yang sangat kubutuhkan.</p>
<p>Bagaimana dengan Kamu?</p>
<p><strong>[KARG]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=193&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/bandoeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Melihat ke Belakang</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/jangan-pernah-melihat-ke-belakang/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/jangan-pernah-melihat-ke-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Cukup adalah cukup rekanku! Bila semua akan mati kenapa harus menginginkan sesuatu yang tidak akan pernah jadi milik kita. Tahu dari mana sesuatu itu tidak akan menjadi milik kita? Sederhana, kita sudah pernah mencobanya, mencoba sampai titik penghabisan, mati-matian mempersiapkan diri kita dan kita tetap gagal. &#160; Percayai intuisimu sendiri karena itu lebih memuaskan daripada sekedar <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/jangan-pernah-melihat-ke-belakang/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=190&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup adalah cukup rekanku! Bila semua akan mati kenapa harus menginginkan sesuatu yang</p>
<p>tidak akan pernah jadi milik kita.</p>
<p>Tahu dari mana sesuatu itu tidak akan menjadi milik kita? Sederhana, kita sudah pernah mencobanya, mencoba sampai titik penghabisan, mati-matian mempersiapkan diri kita dan</p>
<p>kita tetap gagal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Percayai intuisimu sendiri karena itu lebih memuaskan daripada sekedar mengikuti jalan yang</p>
<p>orang lain tempuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bila dihadapkan pada banyak pilihan, ambil tiga pilihan yang paling sesuai dengan keinginanmu. Pertimbangkan semua untung rugi, tujuan, dan jangan pernah mempertimbangkan masalah yang mungkin akan dihadapi. Pertimbangkan semua sampai pusing untuk mencapai tujuan, pilihlah yang paling memberikan kepuasan tersendiri dari yang terbaik (setelah dipertimbangkan matang-matang), kerjakan dengan tenang termasuk mengatasi masalah untuk</p>
<p>mengekspresikan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan pernah melihat ke belakang karena masa depan adalah sesuatu yang “real”, terjamah</p>
<p>dan masa lalu cuma dongeng. MAsa lalu cuma untuk menunjukkan cara begini pernah salah,</p>
<p>mungkin sebaiknya pakai cara begitu atau bila ingin memakai cara begini ada perubahan yang</p>
<p>perlu dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MIND SETTING itu intinya. Ambil satu keinginanmu atau tujuan terbesar yang ingin dicapai dalam hidup. Runutkan ke belakang. Bagi semuanya dalam pikiran alam sadar dan bawah sadar.</p>
<p>Jangan melihat ke belakang karena masa lalu tidak memberikan hasil apa-apa. Starting from ZERO. Apa yang kita dapat sekarang memang adalah hasil perbuatan kita di masa lalu, tapi, maaf, itu tidak diperhitungkan lagi. Jangan pernah menjadi manusia masa lalu karena kita mati di masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teruskan, pikirkan ke dalam alam bawah sadarmu. Pikiran alam sadarmu itu harus berupa metode yang dapat dilaksanakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contoh, dalam skala kecil ialah menghadapi ujian. Tujuan akhir adalah nilai A dan semua tahu kalau orang pintar berhak dapat nilai A. Maka, jadikan pintar sebagai pikiran alam bawah sadar yang terus-menerus dipikirkan. Lalu, runutkan ke belakang bagaiamana caranya agar menjadi pintar? Belajar! Lalu, susunlah jadwal belajar yang bisa memberikanmu kesempatan untuk mengekspresikan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Daripada susah-susah berusaha</p>
<p>mengubah kelemahan lebih baik kita terus meningkatkan kelebihan kita. Fokus saja pada kelebihan kita. Jangan berperang di medan perang yang kita pasti kalah. Berperang di medan</p>
<p>perang yang kita mungkin menang. Bila punya semangat, maka kita mungkin menang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semangat itu adalah panggilan hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ternyata, aku harus mendeskripsikan ulang hidupku lagi.</p>
<p><strong>[KARG]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=190&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/jangan-pernah-melihat-ke-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP BERPOLA</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/hidup-berpola/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/hidup-berpola/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Betapa bahagianya hidup Bila kita tidak harus merasa Apa gunanya senang bila kelak akan merasa sedih APa artinya bahagia bila satu kebahagiaan dari orang lain Berarti ada satu orang lain yang merasa kesedihan Tahan susahmu, tahan dukamu Tahan senangmu, tahan sukamu Hidup cuma permainan pikiran Yang menguasai aturannya akan menang Dan untuk paham aturannya cuma <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/hidup-berpola/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=187&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa bahagianya hidup</p>
<p>Bila kita tidak harus merasa</p>
<p>Apa gunanya senang bila kelak akan merasa sedih</p>
<p>APa artinya bahagia bila satu kebahagiaan dari orang lain</p>
<p>Berarti ada satu orang lain yang merasa kesedihan</p>
<p>Tahan susahmu, tahan dukamu</p>
<p>Tahan senangmu, tahan sukamu</p>
<p>Hidup cuma permainan pikiran</p>
<p>Yang menguasai aturannya akan menang</p>
<p>Dan untuk paham aturannya cuma satu yang bisa dilakukan</p>
<p>Bertahan hidup</p>
<p>Tidak ada yang tahu, tidak ada yang paham</p>
<p>Apa di belakang semua ini</p>
<p>Maka, jadilah berani</p>
<p>Ceritakan saja</p>
<p>Dan bila mereka mencemoohmu, tunjukkan pada mereka kuasamu</p>
<p>Hidup ini berpola</p>
<p>CUma pola matematika sederhana dari banyak variabel yang merujuk pada sebab akibat</p>
<p>Cuma satu jalan, berjuang untuk menang, apapun pengorbananmu</p>
<p>Bila jalanmu telah dipilih, baik kamu memilih atau terpilih</p>
<p>Pahami, tidak ada seorangpun yang dapat merubah masa lalu</p>
<p>Hitung semua dengan rasio</p>
<p>Rasio</p>
<p>Rasio</p>
<p>Sekali lagi rasio</p>
<p>Pertimbangkan semuanya, dengarlah pengalaman orang lain</p>
<p>Engkau tidak harus merasakan kesusahan orang lain, melainkan kesenangan,</p>
<p>Engkau bisa senang tanpa melewati kesusahan bila engkau pelajari</p>
<p>Sebab akibat</p>
<p>Dari kesusahan dan kesenangan orang lain</p>
<p>Bila hidupmu masih terasa tidak berhasil, maka hidupmu cuma memberitahukan</p>
<p>Cara yang engkau pilih perlu diperbaiki</p>
<p>Itu saja</p>
<p>Masa lalu tidak benar-benar berlalu, dia hidup di masa sekarang dan muncul kembali</p>
<p>Di masa depan</p>
<p>Susah, senang, suka, duka, sakit, perih, hanya ada di kepalamu</p>
<p>Karena tidak hadir di dunia ini</p>
<p>Karena mereka tidak peduli apa yang terasa</p>
<p>Semua sudah hidup dalam hidupnya sendiri</p>
<p>Belajarlah dari pengalaman</p>
<p>Hiduplah dari keringat, darah dan pusingmu</p>
<p>Habiskan tangismu karena akupun merasakan tangismu</p>
<p>Tapi, tangis hanya pembuka jalan untuk bertemu seorang teman</p>
<p>Yang ada dalam dirimu sendiri</p>
<p>Tidakkah terlihat olehmu betapa anggunnya dia yang ada di dalam hatimu</p>
<p>Tidakkah kamu kagum padanya yang telah melewati banyak kesulitan tapi tetap bertahan</p>
<p>Tidakkah kamu kagum padanya yang telah meraih banyak keberhasilan dalam keterbatasannya</p>
<p>Maka, banggalah atas dirimu sendiri karena ia telah memilihmu jadi temannya</p>
<p>Ia memilih hanya bersemayam pada hatimu</p>
<p>Dia dirimu sendiri</p>
<p>Kesendirian adalah hal yang paling menakutkan</p>
<p>Tapi, biasakanlah hidup dengan itu</p>
<p>Untuk alasan-alasan sederhana</p>
<p>Keluargamu kelak adalah tempat terakhir yang kamu tuju di sela-sela kesibukanmu</p>
<p>Teman-temanmu akan memilih jalan yang berbeda dari apa yang kamu pilih</p>
<p>Dan kamu, tetap kamu dengan berbagai problematikanya</p>
<p>Teguhkan niatmu</p>
<p>Teguhkan pikiranmu</p>
<p>Tetapkan tujuanmu</p>
<p>Hiduplah dalam impianmu</p>
<p>Apakah kamu percaya chemistry?</p>
<p>Aku merasakannya padamu</p>
<p>Bila tidak, kenapa aku tidak bisa tidur selama berbulan-bulan ini</p>
<p>Bila tidak, kenapa jantungku berdebar dan kepalaku tidak pernah lepas dari mengingatmu</p>
<p>Namun, aku telah belajar dari pengalaman</p>
<p>Bila aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku tidak dapat memiliki</p>
<p>Karena aku akan jadi salah tingkah, dan pastilah terlihat memalukan</p>
<p>Andai kubisa memilikimu karena kutahu seseorang yang beruntung telah memilikimu</p>
<p>Aku cuma ingin bertanya</p>
<p>Dan kumohon jawab saja dengan jujur</p>
<p>Apakah kamu merasakan apa yang kurasakan?</p>
<p>Sebenarnya aku ingin mengenalmu lebih dekat</p>
<p>Lebih lama di sampingmu</p>
<p>Jadi, tolonglah aku</p>
<p>Simpan saja kekagumanku, rahasiakan hanya untukmu</p>
<p>Semuanya akan surut</p>
<p>Berlalu seperti malam mengganti siang dan siang mengganti malam</p>
<p>Besar harapanku</p>
<p>Jangan karena tulisan ini, kamu memusuhiku</p>
<p>Karena dalam hidup ini, cuma satu yang kupunyai untuk kubanggakan, keterusteranganku</p>
<p>terasakah yang kurasakan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=187&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2011/09/06/hidup-berpola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musso Bilang, Musuh Utama PKI adalah Tan Malaka</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/musso-bilang-musuh-utama-pki-adalah-tan-malaka/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/musso-bilang-musuh-utama-pki-adalah-tan-malaka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 23:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA — Dalam safari diskusi buku jilid 3 Tan Malaka,  Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia, Harry Poeze diundang secara eksklusif berbicara di Radio Sonora FM Yogyakarta (19/10). Dipandu budayawan Ons Untoro, Harry Poeze melakukan peringkasan sejarah Tan Malaka. Menurut Poeze, untuk memahami Tan Malaka secara utuh, mestilah melewati pembabakan. Dan di dalam pembabakan itu kita memahami <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/musso-bilang-musuh-utama-pki-adalah-tan-malaka/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=181&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Dalam safari diskusi buku jilid 3 <em><a href="http://katalog.indonesiabuku.com/index.php?p=show_detail&amp;id=1570">Tan Malaka,  Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia</a></em>, Harry Poeze diundang secara eksklusif berbicara di Radio Sonora FM Yogyakarta (19/10).</p>
<p>Dipandu budayawan Ons Untoro, Harry Poeze melakukan peringkasan sejarah Tan Malaka.</p>
<p>Menurut Poeze, untuk memahami Tan Malaka secara utuh, mestilah melewati pembabakan. Dan di dalam pembabakan itu kita memahami posisi Tan Malaka.</p>
<p>Dalam sejarah PKI, Tan Malaka salah satu tokoh sentral, tapi kemudian berubah sama sekali setelah Pemberontakan 1926-1927 dan PKI pasca 1945.</p>
<p>Bagi Poeze, PKI di tahun 1920-an adalah adalah partai nasionalis pertama di Indonesia. Jauh sebelum PNI muncul.</p>
<p>Yang menarik, ujar Poeze, Tan Malaka justru membawa PKI menjauh dari pengaruh Mokow. Bagi Tan, Moskow tak peduli sama sekali dengan situasi Indonesia. Karena itulah Tan Malaka kemudian mematahkan hubungan dan mendirikan partai radikal yang mengikuti teori marxisme tanpa Moskow. Itulah Partai Republik Indonesia atau PARI, yang didirikan di Bangkok.</p>
<p>Partai ini menurut Poeze terinspirasi dengan buku Menuju Republik Indonesia yang ditulisnya pada 1924. “Lihat, nama ‘Republik Indonesia’ disebut pertama kali Tan Malaka jauh hari sebelum Sukarno Hatta memakainya,” jelas Poeze.</p>
<p>Pada periode itu Tan Malaka dikenal sebagai sosok komunis nasionalis-marxis.</p>
<p>“Waktu pemberontakan Madiun sewaktu Musso kembali dari Moskow, justru Tan Malaka disebut Musso sebagai musuh utama PKI,” ujar Poeze menanggapi pertanyaan pendengar Sonora FM, Bambang Kusumo, yang menanyakan seberapa jauh dan seberapa penting Tan Malaka dalam gerakan kiri ketimbang Musso, misalnya.</p>
<p><strong>Metode Riset</strong></p>
<p>Ditanyakan soal metode dalam menulis ribuan halaman biografi Tan Malaka, Poeze mengaku ia mengumpulkan data dari mana-mana.</p>
<p>“Saya ke empat benua. Eropa, Amerika, Australia, Asia. Saya kumpulkan arsip resmi, arsip pribadi, majalah, suratkabar, maupun wawancara,” katanya.</p>
<p>Karena ia memulai riset tahun 1980-an, Poeze sangat bersyukur masih bisa menemui banyak tokoh yang masih hidup. “Ini informsi berharga. Tokoh-tokoh ini sudah pensiun dan memberikan kesan mereka dekat dengan Tan Malaka.”</p>
<p>Poeze tak menampik bahwa riset ini sangat melelahkan dan sukar. “Dokumen-dokumen ada dalam enam bahasa, seperti Jerman, Belanda, Rusia, Indonesia, Inggris, Prancis. Dan syukurlah saya mengetahui bahasa-bahasa itu.” (GM/IBOEKOE)</p>
<p><strong><em>Diposkan oleh <a title="Posts by IBOEKOE" href="http://indonesiabuku.com/?author=2">IBOEKOE</a> pada 19 Oct 201</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=181&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/musso-bilang-musuh-utama-pki-adalah-tan-malaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi Buku soal Tan Malaka di Bandung</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/diskusi-buku-soal-tan-malaka-di-bandung/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/diskusi-buku-soal-tan-malaka-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 23:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG – Tan Malaka adalah model ideal bagi tokoh politik dan kaum muda Indonesia. Ia berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia. “Ia dibuang dan dipenjara pemerintah kolonial Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia. Namun, ia tidak menyerah dan terus mewujudkan cita-citanya melihat Indonesia merdeka 100 persen,” ujar Direktur KITLV Press (Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/diskusi-buku-soal-tan-malaka-di-bandung/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=178&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG – Tan Malaka adalah model ideal bagi tokoh politik dan kaum muda Indonesia. Ia berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia. “Ia dibuang dan dipenjara pemerintah kolonial Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia. Namun, ia tidak menyerah dan terus mewujudkan cita-citanya melihat Indonesia merdeka 100 persen,” ujar Direktur KITLV Press (Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara) Harry Poeze dalam diskusi dan peluncuran buku <em>Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia</em> di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Rabu (3/11).</p>
<p>Tan Malaka adalah tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia kelahiran Sumatera Barat pada 19 Febuari 1896 dan diperkirakan meninggal pada 16 April 1949 di Kediri. Ia adalah tokoh politik yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda dan RI era Soekarno. Pendiri Partai Murba ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia pada 1963.</p>
<p>Poeze mengatakan sikap politik yang diambil Tan Malaka sangat berbeda dengan mayoritas politikus Indonesia saat ini. Perjuangan yang dilakukan Tan Malaka dilakukan dengan kesungguhan hati dan rasa cinta kepada Indonesia. Meskipun harus meringkuk di penjara dan hidup di pembuangan, ia terus mendorong para pendiri bangsa (founding fathers) Indonesia untuk meraih kemerdekaan sepenuhnya. Poeze berharap, kiprah sosok yang telah dilupakan hampir 30 tahun ini bisa menjadi cermin semangat masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Meskipun riwayat kematiannya belum terungkap jelas, saya yakin semangat Tan Malaka relevan dengan permasalahan Indonesia saat ini, khususnya rasa cinta dan berjuang demi Tanah Air,” ujar Poeze.</p>
<p><strong>Gagasan fantastis</strong></p>
<p>Pembicara lainnya, Guru Besar Filsafat Unpar Bambang Sugiharto mengatakan, kiprah Tan Malaka memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda Indonesia. Bambang menyebutkan, Tan Malaka muda penuh dengan gagasan intelektual dan filosofis yang fantastis. Dengan segala keterbatasannya, ia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat banyak gagasan dan idenya.</p>
<p>“Hal ini berbeda dengan kenyataan yang terjadi saat ini. Wawasan lokal dan global yang dimiliki generasi muda sangat sempit. Penyebabnya, bisa berbagai hal, seperti malas membuka diri dan belajar atau terlalu puas dengan keadaannya saat ini,” kata Bambang.</p>
<p><strong><em>Sumber: Kompas Jabar, 4 November 2010, “Tan Malaka, Model Tokoh Politik Ideal”</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=178&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/13/diskusi-buku-soal-tan-malaka-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harry A Poeze Ph.D Naar de Universitaet Parahyangan Bandoeng</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/harry-a-poeze-ph-d-naar-de-universitaet-parahyangan-bandoeng/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/harry-a-poeze-ph-d-naar-de-universitaet-parahyangan-bandoeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 23:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[kegiatan Book Launching &#8220;Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 3&#8243; Karya Harry A Poeze Ph. D Pada tanggal 3 November 2010 bertempat di Ruang AdioVisual FISIP Unpar Bandung. Turut Hadir sebagai narasumber: Prof. Ignatius Bambang Sugiharto Fernando Rahadian Srivanti Ms.i Andrias.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=165&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/harry-a-poeze-ph-d-naar-de-universitaet-parahyangan-bandoeng/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>kegiatan Book Launching &#8220;Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 3&#8243; Karya Harry A Poeze Ph. D</p>
<p>Pada tanggal 3 November 2010 bertempat di Ruang AdioVisual FISIP Unpar Bandung.</p>
<p>Turut Hadir sebagai narasumber:</p>
<ul>
<li>Prof. Ignatius Bambang Sugiharto</li>
<li>Fernando Rahadian Srivanti Ms.i</li>
<li>Andrias.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=165&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/harry-a-poeze-ph-d-naar-de-universitaet-parahyangan-bandoeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAN MALAKA: Sejarah Anti-Hero</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/tan-malaka-sejarah-anti-hero/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/tan-malaka-sejarah-anti-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 23:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Prof.Dr.Bambang Sugiharto &#160; Pada millenium ketiga ini historiografi telah mendapatkan banyak kritik dari dalam dirinya sendiri. Aspek tendensius dan konstruktif dalam penulisan sejarah banyak disoroti. Maka bermunculanlah berbagai versi sejarah alternatif . Diantaranya yang menarik adalah munculnya sejarah anti-hero : sejarah pihak-pihak yang kalah dan terlupakan.  Dalam kerangka yang terakhir itulah sejarah ihwal Tan Malaka <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/tan-malaka-sejarah-anti-hero/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=161&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prof.Dr.Bambang Sugiharto</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pada millenium ketiga ini historiografi telah      mendapatkan banyak kritik dari dalam dirinya sendiri. Aspek tendensius dan      konstruktif dalam penulisan sejarah banyak disoroti. Maka bermunculanlah      berbagai versi sejarah alternatif . Diantaranya yang menarik adalah      munculnya sejarah anti-hero : sejarah pihak-pihak yang kalah dan      terlupakan.  Dalam kerangka yang      terakhir itulah sejarah ihwal Tan Malaka yang ditulis oleh Harry A.Poeze      mesti didudukkan.</li>
<li>Buku berjudul “Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia”      karya Harry Poeze adalah jilid ketiga dari 6 jilid. Sejarah ini memang      merupakan proyek ambisius yang rincian datanya sangat kaya dan sudut      pandangnya cukup segar dan penting : yakni bukan dari konteks percaturan      politis internasional, melainkan dari dinamika politik internal Indonesia      sendiri. Maka buku ini kendati berfokus pada Tan Malaka, bisa menjadi      acuan juga untuk banyak kepentingan lain dalam melihat sejarah politik Indonesia.      Dalam rinciannya bahkan banyak sekali hal yang  selama ini belum ditulis orang.</li>
<li>Biografi Tan Malaka “Dari Penjara ke Penjara”      sendiri, yang dibahas dalam buku Harry Poeze ini, terdiri dari tiga jilid.      Jilid pertama dan kedua lebih bersifat reflektif, yakni kiprah dan      perenungannya tentang sejarah, peradaban, revolusi dst. pada skala      internasional. Sementara jilid ketiga lebih bersifat aktif, polemis      sekaligus abstrak, oleh sebab sebagian besar ini memang ditulisnya dalam      rangka pembelaan diri di hadapan tuduhan-tuduhan politis terhadapnya.</li>
<li>Tentang Tan Malaka, yang menarik saya khususnya      pertama adalah figur Tan Malaka sendiri, yang kedua adalah perseteruannya      dengan Soekarno-Hatta. Sebagai figur, Tan Malaka nampaknya adalah orang      pergerakan yang radikal dan konsisten dalam melawan segala bentuk      imperialisme internasional. Dan itu pula sebabnya ia keluar masuk penjara.      Dimana-mana ia dikagumi karena kecerdasan dan pengetahuannya yang mendalam      dan luas, namun sekaligus juga diburu karena kecenderungannya melawan      pemerintahan kolonial, hingga secara harfiah lebih dari separuh masa      hidupnya memang dilaluinya dipenjara dan di pengasingan luar negeri :      Belanda, Filipina, Cina, Thailand, Burma,      Hongkong, Singapura dan Malaya. Baru di      masa-masa akhir hidupnya ia bisa tinggal di Jawa. “Siapa yang ingin      merdeka, harus bersedia di penjara”, katanya. Dan itu bukan sekedar slogan      kosong. Ia menjalaninya dengan penuh kepahitan. Sebagai orang yang      berkiblat pada Marxisme, pengetahuan filsafatnya luas. Wawasannnya tentang      dinamika peradaban dunia sangatlah mengesankan. Tapi yang lebih menarik      adalah konsistensinya dalam melakukan dialektika : ia kaitkan segala      pengetahuannya tentang peradaban itu terus menerus ke realitas Indonesia.      Dan baginya Marxisme bukan dogma melainkan pedoman untuk aksi. Ia pribadi      meyakini dalam setiap revolusi selalu ada faktor “X” yang tak terduga dan      spesifik. Ia sadar betul bahwa perilaku manusia dan kompleksitas situasi      konkrit tak sepenuhnya bisa diramalkan. Di sisi lain sebagai manusia ia      memiliki kematangan dan integritas pribadi yang khas pula. Sebagai orang      yang dibentuk oleh penderitaan yang panjang , kendati pengetahuan      intelektualnya amat luas, ia tetaplah seorang yang sangat sederhana. Saat      menjadi buruh Romusha di Bayah ia menikmati hal-hal kecil seperti : menata      sekrup, membereskan pekerjaan-pekerjaan, merapikan barang-barang, hingga      kesediaan membersihkan kotoran-kotoran manusia (yang sebetulnya sengaja      ditebarkan kaum buruh sebagai protes). Ia memang konsisten menolak hidup      dengan gaya      <em>Petit Bourgeois, </em>bahkan pada      saat ia sebetulnya telah terkenal dan bisa menikmati kenyamanan-kenyamanan.      <em> </em></li>
<li>Hal lain yang menarik adalah ketaksepahamannya dengan      Soekarno-Hatta. Buku Harry Poeze membeberkan rincian-rincian menarik      tentang itu, yang sebetulnya jarang diekspose dalam sejarah Indonesia.      Misalnya saja klaim Tan Malaka bahwa Soekarno-Hatta sebetulnya memalsu      sejarah proklamasi. Menurut  Tan      Malaka proklamasi bukanlah ide Soekarno-Hatta. Dua orang ini awalnya      justru menolak proklamasi sebab mereka tak percaya pada kekuatan rakyat      dan takut akan banyak korban. Mereka lebih cenderung menunggu keputusan Tokyo yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia      di bawah payung “Asia Timur Raya”. Dan ketika rakyat hendak melakukan      perebutan senjata 19 september 1945 pun kedua orang itu tak menyetujuinya,      bahkan mereka merasa bahwa diri mereka memang bukan pejuang  sejati dan karenanya hendak meletakkan      jabatan, namun tak disetujui       pemerintah Jepang. Tan malaka terutama tidak sepakat dengan      Soekarno-Hatta dalam hal persetujuan Linggajati dan Renville, yang baginya      terlalu menguntungkan pihak Belanda, secara ekonomis maupun politis. Bagi      Tan Malaka, Soekarno hanyalah orang yang pandai bicara saja namun tanpa      arah filsafat yang jelas dan akibat kenyamanan gaya      hidup borjuisnya ia menjadi kehilangan kontak dengan massa. Soekarno-Hatta terlalu memilih      jalan yang tak berresiko. Segala perseteruan dengan Soekarno-Hatta      akhirnya membuat posisi Tan Malaka selalu berada dalam bahaya, hingga      akhirnya ia pun dituduh mendalangi kup 3 Juli 1946 dan tahun 1947 masuk      penjara di Madiun. Konon itu skenario Amir Syarifudin dan Syahrir,      didukung Soekarno-Hatta. Nasib akhir Tan Malaka pun tragis : tertembak      mati oleh militer.<em> </em></li>
<li>Pemikiran-pemikiran kiri di Indonesia      memang tak selalu seragam dan satu haluan. Ada banyak penafsiran atasnya. Versi      dialektika materialis ala Tan Malaka hanyalah salah satu di antaranya.      Akan tetapi gagasan penting dari paham kiri adalah bahwa waktu itu isu      kebangsaan dan kolonialisme tidak ditarik ke wilayah suku, ras, atau agama,      melainkan lebih rasional : soal struktur kelas yang tidak adil, terutama      struktur ekonomi-politik. Juga rasional dalam keyakinan bahwa suatu      kondisi buruk akan melahirkan kondisi baru yang melawannya.<em></em></li>
</ul>
<p>(Guru Besar pada Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung. di sampaikan pada acara book launching &#8220;Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 3. Karya Harry A Poeze)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=161&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/12/tan-malaka-sejarah-anti-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Tan Malaka</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/riwayat-tan-malaka/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/riwayat-tan-malaka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 13:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Tan Malaka, lahir di Suliki, Pandan Gadang – Sumatera Barat (1897-1949), semula berniat menjadi guru, diseparuh perjalanan hidupnya mengganti cita-cita. Itu bermula ketika Tan Malaka bersekolah di Rijks Kweekshool, Belanda. Sepanjang hidupnya Tan Malaka telah menghabiskan perjalanan 89 ribu kilometer (11 negara dan 2 benua) atau setara 2 kali keliling bumi. Dua kali jarak yang <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/riwayat-tan-malaka/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=157&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tan  Malaka, lahir di Suliki, Pandan Gadang – Sumatera Barat (1897-1949),  semula berniat menjadi guru, diseparuh perjalanan hidupnya mengganti  cita-cita. Itu bermula ketika Tan Malaka bersekolah di Rijks Kweekshool,  Belanda. Sepanjang hidupnya Tan Malaka telah menghabiskan perjalanan 89  ribu kilometer (11 negara dan 2 benua) atau setara 2 kali keliling  bumi. Dua kali jarak yang ditempuh Che Guevara mengelilingi Amerika  latin!</p>
<p>Tan Malaka menguasai 8  bahasa: Minang, Indonesia, Belanda, Rusia, Jerman, Inggris, Mandarin dan  Tagalog. Tan Malaka memiliki 23 nama samaran, diantaranya: Elias  Fuentes, Estahislau Rivera, Alisio Rivera (Filipina); Hasan Gozali  (Singapura); Ossorio (Shanghai); Ong Song Lee (dengan 13 varian nama,  Hongkong); Tan Ming Sion (Burma); Legas Hussein, Ramli Hussein, Ilyas  Hussein (Indonesia); Cheung Kun Tat, Howard Lee (Cina).</p>
<p>Tan  Malaka adalah seorang organisatoris ulung, tercatat ada 9 organisasi  yang pernah dipimpinnya: Anggota Sarekat Islam Semarang (1921-1922);  Wakil ketua Sarekat Buruh Pelikan (1921-1922); Ketua Partai Komunis  Indonesia (1921-1922); wakil Komintern untuk Asia Timur (1924); Ketua  Biro Buruh lalu Lintas se-Pasifik (1924); Ketua Partai Republik  Indonesia yang didirikan di Bangkok (1927); Ketua Persatuan Perjuangan  yang didirikan di Purwokerto (1946); Pendiri Partai MURBA (1948); dan  Pimpinan Gerilya Pembela Proklamasi (1948). Konsekuensi logis akibat  aktivitas politik, Tan Malaka menjalani hukuman dengan menghuni 13  penjara dalam dan luar negeri, baik dengan atau tanpa proses pengadilan:  Filipina (1937); Hongkong (1932); 11 Penjara di Jawa (1922, 1946  -1948).</p>
<p>Sebagai  pribadi manusia biasa, tercatat Tan Malaka memiliki 6 teman wanita  dekat, diantaranya: Syarifah Nawawi (Padang); Fenny Struyvenberg  (Belanda); Nona Carmen (Filipina); Paramitha Rahayu (Jakarta) dan AP Toa  Chi (Cina).</p>
<p>Sebagai  seorang pemikir, intelektual dan politikus ulung, Tan Malaka  menghasilkan 26 buah pikir, diantaranya: Dari Penjara ke Penjara  (Autobiografi 3 Jilid tahun 1948), MADILOG (opus magnum Tan Malaka yang  ditulis tahun 1943); Parlemen atau Sovjet (1920), SI Semarang dan  Onderwijs (1921), Dasar Pendidikan (1921), Naar de Republiek Indonesia  (1924), Semangat Moeda (1925), Massa Actie (1926), Manifesto Bangkok  (1927), PARI dan International (1927), Aslia Bergabung (1943), Manifesto  Jakarta (1945),  Politiek (1945), Rencana Ekonomi Berjuang (1945), Moeslihat (1945), Thesis (1946),  Pidato  Purwokerto (1946), Pidato Solo (1946), Islam dalam tinjauan Madilog  (1948), Pandangan Hidup (1948), Kuhandel Di Kaliurang (1948), Pidato  Kediri (1948), GERPOLEK (1948), Proklamasi 17 Agustus 1945 Isi dan  Pelaksanaannya (1948).</p>
<p>Riwayat  pekerjaan Tan Malaka adalah sebagai Guru sekolah dan mandor kebun teh  di Deli, Sumatra Utara (1919-1920); Guru Sekolah Rakyat di Semarang,  Pekalongan, Bandung, dan Yogyakarta (1920-1922), penulis lepas koran El  Debate, Filipina (1924-1927), Juru tulis pada perusahaan impor,  Singapura (1927), Pendiri dan Guru di Foreign Language School, Amoy-Cina  (1936-1937), Guru matematika dan bahasa Inggris di Nanyang Chinesse  Normal School, Singapura (1934-1941), Juru tulis pertambangan batubara  di Bayah, Banten (1941-1945), Tukang jahit di Kalibata-Jakarta (1942).  Sementara riwayat kesehatan Tan Malaka hanya memiliki 1 penyakit  paru-paru kronis.</p>
<p><strong>Akhir hidup:</strong></p>
<p>Tan  Malaka ditembak mati oleh tentara Batalion Sikatan Divisi IV Jawa Timur  atas perintah Letnan Dua Soekotjo di dusun Selopanggung, Kediri pada  tanggal 21 Februari 1949.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>oleh: Andrias.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=157&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/riwayat-tan-malaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tan Malaka Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 3 Unpar 3 November 2010</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/tan-malaka-gerakana-kiri-dan-revolusi-indonesia-jilid-3-unpar-3-november-2010/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/tan-malaka-gerakana-kiri-dan-revolusi-indonesia-jilid-3-unpar-3-november-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 02:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=150&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/tan-malaka-gerakana-kiri-dan-revolusi-indonesia-jilid-3-unpar-3-november-2010/#gallery-2-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=150&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/tan-malaka-gerakana-kiri-dan-revolusi-indonesia-jilid-3-unpar-3-november-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulasan Singkat Beberapa Gagasan Tan Malaka  serta Kontekstualisasinya terhadap Politik Indonesia Kontemporer</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/ulasan-singkat-beberapa-gagasan-tan-malaka-serta-kontekstualisasinya-terhadap-politik-indonesia-kontemporer/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/ulasan-singkat-beberapa-gagasan-tan-malaka-serta-kontekstualisasinya-terhadap-politik-indonesia-kontemporer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 22:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Fernando Rahadian Srivanto§ § Pengajar Mata Kuliah Berpikir Kreatif dan Media Massa dan Sistem Politik di Universitas Paramadina serta sedang menyelesaikan tahap awal disertasi pada Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia. Aktif pula sebagai penulis lepas, periset pasar dan penasihat politik bisnis pada sebuah firma hukum di Jakarta. Pengantar &#160; Membicarakan Tan Malaka tidak akan <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/ulasan-singkat-beberapa-gagasan-tan-malaka-serta-kontekstualisasinya-terhadap-politik-indonesia-kontemporer/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=147&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fernando Rahadian Srivanto<a href="#_ftn1">§</a></p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<ul>
<li><a href="#_ftnref1">§</a> Pengajar Mata Kuliah <em>Berpikir Kreatif</em> dan <em>Media Massa dan Sistem Politik</em> di Universitas Paramadina serta sedang menyelesaikan tahap awal disertasi pada Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia. Aktif pula sebagai penulis lepas, periset pasar dan penasihat politik bisnis pada sebuah firma hukum di Jakarta.</li>
</ul>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Membicarakan Tan Malaka tidak akan pernah ada habisnya sebagai sosok misterius atau legenda karena riwayat hidupnya. Dalam usianya yang separuh abad, sebagai besar dihabiskan di luar negeri sebagai pelarian politik antara tahun 1922-1942. Selama masa itu Tan Malaka menggunakan 13 alamat samaran, tujuh nama samaran dan profesi baik sebagai guru, mandor atau tukang jahit. Belum lagi dibumbui cerita tentang kehidupan pribadinya yang kesepian namun selalu menemukan cinta dalam pelarian. Saat sebelum dan sesudah Tan Malaka meninggal pun, masih ada pula bermunculan Tan Malaka palsu. Kematiannya juga masih menyisakan misteri tentang bagaimana dan siapa yang memerintahkan eksekusi terhadap dirinya.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Buat penulis, kesulitan yang muncul adalah jika pembahasan Tan Malaka muncul semata dari aspek sejarah yang membutuhkan kapabilitas tersendiri untuk membedah berdasarkan otentisitas berbagai dokumen yang terbit dalam bentuk cetak ataupun diperoleh melalui media <em>online</em>. Oleh karena itu makalah kecil ini tidak bermaksud membahas Tan Malaka sebagai sejarah individu atau pergerakan politik yang dilakukannya di masa lalu, melainkan warisan gagasan Tan Malaka apa yang dimaknai dan dianggap masih relevan serta kontekstual dalam politik Indonesia kontemporer saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Beberapa Buah Pikir dalam <em>Dari Pendjara Ke Pendjara</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam salah satu buah karya Tan Malaka yakni otobiografi <em>Dari Pendjara ke Pendjara</em><a href="#_ftn2">[2]</a>, pengantar tulisan diawali dengan pengulangan Madilog memperlihatkan dialektika perspektifnya terhadap perkembangan hak asasi individu. Ia mempertanyakan, ”apa artinya itu semua jika krisis ekonomi, pengangguran, perang da kelaparan terus-menerus mengancam lebih dari 55% penduduk-penduduk di negeri kapitalis dan lebih dari 90% di tanah-tanah jajahan? Apa arti aturan-aturan itu jika si terdakwa miskin dan tidak berpendidikan dan tidak mempunyai uang dan pengetahuan untuk membela diri atau meminta bantuan pembelaan? Apa arti hukum jika yuris-yuris yang adil pun berakar pada kepentingan, pendidikan serta cara berpikir borjuasi?”<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Dalam bab yang berbeda, Tan Malaka secara deskriptif juga membahas Deli. Menurutnya, disana berlaku pertentangan yang tajam antara modal dan tenaga serta antara yang terjajah dan dijajah. ”&#8230;kekajaan bumi iklimnja Deli mendjadi alat adanja satu golongan kaum modal pendjadjah jang paling kaja, paling sombong tjeroboh dan paling kolot pada satu kutup. Dikutup jang lain berada satu golongan bangsa dan pekerdja di Indonesia jang paling terhisap, tertindas dan terhina: kuli kontrak”. Tan juga menambahkan “&#8230;klas yang membanting tulang dari dini hari sampai malam, klas jang mendapatkan upah tjuma tjukup buat pengisi perut dan penutup punggung, klas jang tinggal dibangsal seperti kambing dalam kandangja jang sewaktu2 di-<em>godverdom</em>-i [dimaki] atau dipukul, &#8230; adalah klasnja bangsa Indonesia yang terkenal sebagai kuli-kontrak”.<a href="#_ftn4">[4]</a> Pada jilid pertama otobiografi ini Tan Malaka menggarisbawahi kegetirannya terhadap situasi yang dialaminya. Ia menulis “dunia sekarang dimonopoli oleh kulit putih. Keadaan ini tiada boleh dibiarkan begitu sadja. Berbarengan dengan pembasmian kapitalisme, lebih kurang 60% kulit berwarna diseluruh dunia itu, harus meminta, merebut, dan kalau perlu memaksakan persamaan hak, lahir dan batin formal dan essential atas 40% kulit putih didunia ini”.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Merdeka Seratus Persen</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa yang dialami Tan Malaka dan ditulisnya dalam otobiografi <em>Dari Pendjara ke Pendjara</em> tersebut mempengaruhi tindakan ketika masa kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarah politik Indonesia, Tan Malaka tidak puas atas langkah diplomasi Soekarno Hatta dan juga Perdana Menteri Sjahrir saat masuknya Sekutu ke Indonesia. Kemudian, ia mengajukan tujuh program minimum yakni (1) berunding untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan 100 persen, (2) membentuk pemerintah rakyat, (3) membentuk tentara rakyat, (4) melucuti tentara Jepang, (5) mengurus tawanan bangsa Indonesia, (6) menyita perkebunan musuh, dan (7) menyita pabrik musuh untuk dikelola sendiri, Menurut Tan Malaka, kemerdekaan 100 persen merupakan tuntutan mutlak. Sesudah musuh meninggalkan Indonesia, barulah diplomasi dimungkinkan. Baginya, orang tak mungkin akan berunding dengan maling di rumahnya. “Selama masih ada satu orang musuh di Tanah Air, satu kapal musuh di pantai, kita tetap harus lawan”, katanya.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Warisan Sang Tokoh</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kendati demikian, perjalanan politik Tan Malaka dalam konteks organisasi pergerakan tidaklah sesukses gagasan-gagasannya yang hingga kini masih diingat dan dibaca publik. Menurut sejarawan Asvi Warman Adam, Tan tidak berhasil membesarkan partai Murba sebagai kendaraan politik terutama setelah ia ditembak mati di Kediri setelah tiga bulan mendirikan partai. Kedua, pencitraan partai Murba sendiri sebagai komunis baru dan bermusuhan dengan organisasi kiri lain. Ketiga, ketidakjelasan apakah partai Murba akan dijadikan partai kader atau massa mengingat partai tersebut lahir dan berkembang dalam kancah revolusi dengan cara bergerilya. Keempat, dalam pemilihan umum 1955 sebagai proses demokrasi parlementer Partai Murba hanya memperoleh 2 dari 257 kursi bahkan dalam pemilu selanjutnya tidak pernah dapat masuk parlemen lagi. Kelima, dalam masa demokrasi terpimpin Partai Murba dijadikan Soekarno sebagai penyeimbang posisi PKI dan dibubarkan pada September 1965 karena tuduhan menerima uang US$100 Juta dari CIA untuk menggulingkan Presiden. Keenam, pada awal Orde Baru, Adam Malik sebagai salah satu tokoh Murba menjadi Menteri Luar Negeri dan kemudian wakil presiden. Meski demikian posisinya tidak berpengaruh bagi Partai Murba. Stigma rezim Orde Baru terhadap golongan kiri menyebabkan nama Tan Malaka hilang dari buku sejarah walau gelar pahlawannya tidak dicabut. Ketujuh, setelah Orde Baru tumbang Partai Murba yang menyebut dirinya sebagai Musyawarah Rakyat Banyak itu ikut pemilu tahun 1999. Akan tetapi seperti pemilu tahun 1971 yang hanya meraih 49 ribu suara (0,09%), dalam pemilu 1999 pun mereka hanya mendapat 62 ribu suara (0,06%).<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Lantas gagasan Tan Malaka seperti apakah yang sekiranya masih relevan dengan situasi sekarang? Pertama, Tan Malaka jeli mengamati dan menganalisis kondisi obyektif seperti yang tergambar dalam otobiografi <em>Dari Pendjara ke Pendjara</em> dan konsep Indonesia Merdeka Seratus Persen. Inilah yang membuatnya kerap berbenturan dengan pihak lain yang mengedepankan kondisi subyektif dalam realitas politik yang berlangsung saat itu. Peristiwa pecahnya konflik antara Front Demokrasi Rakyat (FDR) dengan tentara di Madiun tahun 1948. Misalnya saja beberapa buah pikir yang digambarkannya dalam otobiografi <em>Dari Pendjara ke Pendjara</em> secara jelas merupakan deskripsi kolonialisme dalam kerangka kapitalisme global yang masih berlaku hingga saat ini. Kuli kontrak di Indonesia secara fisik masa sekarang jelas berbeda dengan kuli kontrak di perkebunan-perkebunan daerah Deli tapi nasibnya masih tetap sama. Istilah yang digambarkan Tan Malaka seperti “<em>klas yang membanting tulang dari dini hari sampai malam, klas jang mendapatkan upah tjuma tjukup buat pengisi perut dan penutup punggung</em>” masih berlaku dalam persoalan ketenagakerjaan di Indonesia terutama dalam perihal <em>outsourcing</em> atau tenaga kerja kontrak. Dalam ekonomi politik, pelaku dan obyek kerap berubah namun kondisi masih tetap sama.</p>
<p>Kedua, Tan Malaka juga dengan tepat memberi gambaran deskriptif mengenai proses penindasan yang dilakukan kapitalisme dengan menuntut persamaan hak dan kesetaraan antara negara-negara kolonial dan wilayah jajahan. Hal ini pun juga masih dianggap kontekstual hingga jaman sekarang ketika organisasi dagang dunia yang dikendalikan negara-negara maju terus melakukan proses dagang dan investasi secara tidak terbuka dan tidak adil. Dengan demikian, kolonialisme hanya berubah wujud dalam kapitalisme global yang bergerak di antara perpindahan modal, aset dan saham. Wujud manusianya pun berubah dari bercaping menjadi mengenakan kemeja seragam tapi kondisi obyektif tidaklah berubah.</p>
<p>Ketiga, dengan kondisi obyektif yang digambarkan maka persoalan kemerdekaan juga menjadi penting untuk dibahas. Makna kemerdekaan pada era Tan Malaka jelas adalah pertarungan fisik dengan mengobarkan perang gerilya terhadap penjajah. Pada saat itu gagasan program minimum Tan Malaka menarik banyak pihak terutama mereka yang kecewa terhadap proses diplomasi. Bila mengikuti kondisi obyektif, jelas kemerdekaan fisik dalam term demikian tentunya sudah diraih sebagian. Hanya saja butir (6) dan (7) yang menyangkut ekonomi politik tidaklah mudah untuk dilakukan mengingat dependensi sebagai negara berkembang masih tetap ada hingga sekarang.</p>
<p>Singkatnya, kondisi obyektif memang selalu dapat dianalisis dan ditelaah secara jeli. Akan tetapi apakah hal yang sama juga berlaku pada kondisi subyektif ketika realitas politik menuntut lain?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kontekstualisasi Gagasan </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana kontekstualisasi gagasan Tan Malaka serta relevansinya terhadap politik indonesia saat ini?  Persoalan pertama adalah eksistensi kelas sosial jaman sekarang mengalami perubahan yang cukup berarti dibandingkan 50 tahun yang lalu. Dikotomi antara penjajah-tertindas atau kelas penghisap-dihisap tidaklah lagi berupa dua kutub yang saling berseberangan. Borjuasi di Indonesia bukan lagi minoritas dalam jumlah tetapi mulai membesar sekaligus meningkatkan dependensinya terhadap kekuasaan. Di satu sisi dalam kapitalisme global, kelas borjuasi memainkan peranan sebagai konsumen terbesar dan sekaligus juga bersifat apolitis terhadap perkembangan sehari-hari jika kepentingannya tidak terancam. Sementara di sisi lain, kapitalisme juga tidak punah atau tumbang karena revolusi atau kekerasan. Kapitalisme menyesuaikan diri dan cara yang dilakukan dalam proses penguasaan ekonomi politik sedemikian rupa. Oleh karena itu prasyarat untuk melakukan revolusi dalam kerangka kontekstualisasi gagasan Tan Malaka pada masa ini menjadi kian sulit. Faktor kesadaran, dependensi bahkan jika dibenarkan dengan kepemilikan senjata sekalipun terus menjauh dari situasi yang ada.</p>
<p>Persoalan kedua adalah kontekstualisasi gagasan dalam proses demokrasi parlementer. Terlepas dari situasi bahwa partai Murba tidak pernah dapat merealisasikan pembagian kekuasaan melalui proses tersebut, pertanyaan yang muncul adalah dengan cara seperti apakah gagasan Tan Malaka bisa muncul kembali? Politik ideologi di Indonesia sudah mengalami kemerosotan drastis dalam kancah parlemen sementara politik transaksional semakin menguat. Hal ini jelas menjadi ironi tersendiri kalau melihat bagaimana para <em>founding fathers</em> bertarung ide dengan sedemikian kerasnya namun tetap menjalin persahabatan satu sama lain. Sebaliknya sekarang politisi partai jauh lebih mengutamakan perolehan finansial untuk membiayai konstituen dan kerap menunjukkan ketidakakuran secara personal dengan lainnya. Kenyataan seperti ini berlaku umum bukan saja terhadap segolongan ideologi tapi juga sudah menjadi fenomena tersendiri dalam partai-partai politik.</p>
<p>Persoalan ketiga adalah pemaknaan gagasan Kemerdekaan Seratus Persen pada masa kini jelas tidak dapat dipahami secara fisik atau material belaka. Faktor berupa pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam wujud <em>new media</em> adalah revolusi tersendiri yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya dalam waktu yang relatif cepat dan singkat. Dengan kata lain, proses manajemen dan penyebaran informasi dalam konteks perubahan pun bisa dilakukan hanya dengan hitungan detik. Di satu sisi, ada ruang kebebasan baru yang bersifat immaterial berupa penyebaran informasi ide bahkan  pengorganisasian ide yang tidak pernah dilakukan dalam waktu seperti itu. Sementara di sisi lain, muncul konsekuensi bahwa ide atau gagasan itu tidak lagi dapat bersifat mengental menjadi proses ideologisasi seperti yang dilakukan Tan Malaka selama berpuluh tahun. Ide atau gagasan itu akan tetap mencair dan dikonsumsi bahkan secara komersial.<a href="#_ftn8">[8]</a> Revolusi semacam demikian tidak saja digunakan oleh satu atau dua kelompok politik dalam menyebarkan gagasannya tetapi juga menjadi sarana kapitalisme yang mutakhir untuk beradaptasi dan mencapai tujuan asalinya. Dengan demikian pemaknaan Merdeka Seratus Persen haruslah digali kembali penjabaran definisinya sehingga tidak sekedar menjadi jargon dalam konteks diplomasi dan ekonomi politik terutama ketika batas-batas fisik dan material sudah dilangkahi oleh kemajuan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terlepas dari warisan berupa persoalan dan kontekstualisasi gagasan Tan Malaka, patutlah bila kita melihat pula buah dari warisan tersebut yang hingga saat ini juga masih relevan dengan situasi sekarang. Keberhasilan Tan Malaka antara lain adalah meletakkan dasar-dasar pemikiran mengenai keIndonesiaan yang sangat berarti bagi para <em>founding fathers</em> lainnya dan juga mengingatkan kita bahwa keIndonesiaan itu adalah warisan yang paling berarti dalam situasi dilematis seperti sekarang ini. Impian tentang keIndonesiaan bukanlah semata mengenai batas wilayah sebuah negara, tetapi semangat pembebasan sebagai warga dunia yang mengedepankan kesetaraan dan kesamaan hak asasi bersama-sama. Entah mengapa hal tersebut kini luput dari Indonesia saat ini yang kian dihimpit oleh paradoks kapitalisme global dan watak feodalisme yang masih melekat bersamaan dengan proses demokratisasi.</p>
<p>Itu pula yang membuat gagasan kemerdekaan secara ideal dan utuh memiliki arti penting sebagai konsep yang terus menerus didorong dalam masyarakat yang masih setengah terjajah dan setengah feodal dalam term gagasan tersebut. Kondisi obyektif tidaklah berubah namun kondisi subyektif pula yang harus dipertimbangkan sehingga perubahan itu haruslah menghasilkan masyarakat yang bebas, terbuka, setara dan memiliki prinsip keadilan sejalan dengan berkembangnya jaman. [frs]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Lih. Arif Zulkifli (eds.), <em>Tan Malaka Bapak Republik Yang Dilupakan</em>, Serial Buku Tempo, PT Gramedia Jakarta, 2010, hlm. 8-11, 128-134, 140-145.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Antara lain diterbitkan dengan judul <em>Dari Penjara Ke Penjara Tan Malaka</em> oleh Teplok Press, Yogya, cetakan kedua tahun 2000 sebanyak tiga jilid dan tebal lebih dari seribu halaman.[pen]</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Dikutip dari Harry A. Poeze, Tan Malaka, <em>Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia</em>, Jilid 3: Maret 1947-1948, KITLV – Obor Jakarta, 2010, hlm. 210-211.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> <em>op. cit</em>., hlm. 214.-215.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> <em>op. cit</em>., hlm. 226-227.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Gagasan  Tan Malaka ini didukung oleh Jendral Soedirman dalam kongres yang melahirkan Persatuan Perjuangan di Purwokerto tahun 1946. Lih. Arif Zulkifli (eds.), <em>op. cit</em>., hlm. 39-40.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Arif Zulkifli (eds.), <em>op. cit</em>., hlm. 175-178.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Fenomena kepemilikan <em>t-shirt</em> bergambar Che Guevara adalah contoh yang tepat untuk menggambarkan hal ini. [pen.]</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=147&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/11/09/ulasan-singkat-beberapa-gagasan-tan-malaka-serta-kontekstualisasinya-terhadap-politik-indonesia-kontemporer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ueber Buecher</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/08/03/ueber-buecher/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/08/03/ueber-buecher/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 02:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[ANDA PECINTA BUKU…?? Oh Yeaahh?? SEJAUH MANA ANDA KENAL BUKU? SEJAUH MANA ANDA KENAL TOKO BUKU? SEJAUH MANA ANDA KENAL PERPUSTAKAAN? INGIN MEMBANGUN PERPUSTAKAAN DAN TOKO BUKU SEKALIGUS? Jika Anda adalah seseorang yang ingin menelisik kembali wawasan Anda terhadap buku, menanam kembali kecintaan Anda terhadap toko buku, menggugah kembali kesadaran terhadap perpustakaan, maka kami dengan <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/08/03/ueber-buecher/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=143&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANDA PECINTA BUKU…?? Oh Yeaahh??</p>
<p>SEJAUH MANA ANDA KENAL BUKU?</p>
<p>SEJAUH MANA ANDA KENAL TOKO BUKU?</p>
<p>SEJAUH MANA ANDA KENAL PERPUSTAKAAN?</p>
<p>INGIN MEMBANGUN PERPUSTAKAAN DAN TOKO BUKU SEKALIGUS?</p>
<p>Jika Anda adalah seseorang yang ingin menelisik kembali wawasan Anda terhadap<br />
buku, menanam kembali kecintaan Anda terhadap toko buku, menggugah kembali<br />
kesadaran terhadap perpustakaan, maka kami dengan rendah hati bermaksud<br />
mengundang Anda untuk hadir dalam acara yang kami selenggarakan secara sederhana<br />
namun penuh kejutan, pada:</p>
<p>Waktu : 11 April 2005/Pk 13.00-18.00 WIB</p>
<p>13.00 – 15.00 : Pemutaran Film</p>
<p>15.00 – 18.00 : Obrolan Santai Senja Hari</p>
<p>Tempat : Toko Buku Ultimus, Jln. Lengkong Besar 127 [Depan Unpas], Bandung</p>
<p>Tema : MEMBELI ATAU MEMINJAM ? KISAH DI BALIK PENGELOLAAN TOKO BUKU+<br />
PERPUSTAKAAN</p>
<p>Pembicara :</p>
<p>1. Sigit Susanto alias Kang Bondet (penulis catatan perjalanan yang akan<br />
berbagi pengalaman berkeliling toko buku plus perpustakaan di beberapa negara)</p>
<p>2. Ariani “ Rani “ Darmawan ( Pengelola “Rumah Buku”-Bandung )</p>
<p>3. Nurul Khawari (Pengelola Toko Buku “Bumi Manusia”-Solo)</p>
<p>4. Kiki Andrianto (Pengelola Perpustakaan &amp; Toko Buku “Das<br />
Mutterland”-Bandung)</p>
<p>Moderator :</p>
<p>Pam (Toko Buku Kecil)</p>
<p>Pemutaran Film :</p>
<p>“My Left Foot”. Film produksi Irlandia (1989), Sutradara: Jim Sheridan. Aktor:<br />
Daniel Day-Lewis, Brenda Fricker,Alison Whelan. Best Supporting Actor 1989<br />
British Academy Awards, Best Film 1988 New York Film Critics Circle, Best Actor<br />
1988 New York Film Critics Circle, Best Film 1988 New York Film Critics Circle,<br />
Best Supporting Actress 1989 Academy, Best Picture (nominasi) 1989 National<br />
Board of Review.</p>
<p>Live Music oleh :</p>
<p>1. “Boemi” Band-Bandung</p>
<p>Acara ini akan dimeriahkan dengan :</p>
<p>1. Door Prize</p>
<p>2. Makanan+minuman ringan</p>
<p>3. Full AC/Musik(hehehhe..tong serius-serius lah..)</p>
<p>Besar harapan kami terhadap kehadiran anda pada acara yang kami selenggarakan.<br />
Atas perhatian &amp; kesediaan Anda, kami ucapkan terima kasih yang<br />
sebesar-besarnya.</p>
<p>Bandung, 1 April 2005.</p>
<p>00.00 wib</p>
<p>Dipan Senja</p>
<p>ACARA INI DISELENGGARAKAN OLEH DIPAN SENJA(EVENT ORGANIZER) DAN DIDUKUNG OLEH:</p>
<p>1. Rumah Buku</p>
<p>2. Toko Buku Ultimus</p>
<p>3. Toko Buku Bumi Manusia, Solo</p>
<p>4. Toko Buku Kecil</p>
<p>5. Das Mutterland, Perpustakaan, Toko Buku &amp; Cafe</p>
<p>6. Toko Buku &amp; Perpustakaan Pustakalana</p>
<p>7. Perpustakaan Batu Api Jatinangor</p>
<p>8. Rumah Malka, Toko Buku, Perpustakaan dan Dokumentasi</p>
<p>9. Rumah Baca Amaldi Palasari</p>
<p>10. “Boemi” Band</p>
<p>11. Tazkia Book Centre Jatinangor</p>
<p>12. Penerbit Nuansa Cendikia</p>
<p>13. Zoo Bookstore</p>
<p>Kami turut mengundang dalam publikasi para pekarya perbukuan sebagai berikut:<br />
seluruh Toko Buku + Perpustakaan, Toko Buku, Perpustakaan, Penerbit, Distributor<br />
buku, penulis, penjual buku keliling dan ngampar, serta komunitas-komunitas<br />
buku, dan khalayak luas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=143&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/08/03/ueber-buecher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hitler Meninggal di Indonesia?</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/hitler-meninggal-di-indonesia/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/hitler-meninggal-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 10:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Fakta terbaru soal tengkorak Hitler memperkuat teori pemimpin NAZI itu tak tewas di bunker VIVAnews &#8211; Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini dipertanyakan. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/hitler-meninggal-di-indonesia/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=135&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fakta terbaru soal tengkorak Hitler memperkuat teori pemimpin NAZI itu tak tewas di bunker</p>
<p><strong>VIVAnews</strong> &#8211; Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini dipertanyakan.</p>
<p>Seperti dikutip dari laman<em><strong> Daily Telegraph</strong></em>, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut.</p>
<p>Itu adalah tengkorak perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun.</p>
<p>Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua.</p>
<p>Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.</p>
<p>***</p>
<p>Jurnalis Argentina sekaligus pengarang buku &#8216;Bariloche Nazi&#8217;, Abel Basti meyakini Hitler tewas di Argentina pada 1960.</p>
<p>Basti mengklaim Hitler melarikan diri dari Jerman menggunakan kapal selam. Bersama belahan jiwanya, Eva Braun, Hitler diyakini menghabiskan hari-hari terakhirnya di sebuah kota bernama Bariloche. Basti mendasarkan klaimnya atas keterangan beberapa saksi.</p>
<p>Kemudian, seperti dikutip laman <em><strong>Salisburypost</strong></em>, 30 Agustus 1999, artikel surat kabar pada 17 Juli 1945, memberitakan Hitler dan Eva braun terlihat di Argentina.</p>
<p>Seorang wartawan mengirim cerita dari Montevideo ke Chicago Times &#8212; Hitler dan Braun melarikan diri ke Argentina dengan kapal selam. Keduanya hidup di kompleks orang-orang Jerman di Patagonia.</p>
<p>Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan pengakuan anggota NAZI bahwa Hitler meninggal pada 1980 di Brazil.</p>
<p>Brazil diketahui sebagai tempat pelarian para mantan pengikut Hitler. Sebuah makam NAZI bahkan ditemukan di pedalaman Hutan Amazon, lengkap dengan lambang NAZI di nisan yang berbentuk salib.</p>
<p>Sebuah artikel mengejutkan telah lama beredar di sejumlah mailing list dan laman jejaring sosial. Artikel itu berisi versi lain cerita kematian diktator Jerman, Adolf Hitler. Dikatakan Hitler meninggal di Indonesia.</p>
<p>Cerita ini berawal dari sebuat artikel di <em><strong>Harian Pikiran Rakyat</strong></em> pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo &#8212; dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama &#8216;Hope&#8217; di Sumbawa Besar.</p>
<p>Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut.</p>
<p>Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo jadi polemik. Dia mengatakan dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara adalah Hitler di masa tuanya</p>
<p>Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal &#8212; Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.</p>
<p>Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.</p>
<p>Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya &#8212; yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.</p>
<p>Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.</p>
<p>Keyakinan Sosro, bahwa dia bertemu Hitler dan Eva Braun, membuatnya makin tertarik membaca buku dan artikel soal Hitler. Kata dia, setiap melihat foto Hitler di masa jayanya, dia makin yakin bahwa Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui adalah Hitler.</p>
<p>Keyakinannya bertambah saat seorang keponakannya, pada 1980, memberinya buku biografi Adolf Hitler karangan Heinz Linge yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria.</p>
<p>Dalam halaman 59 artikel itu diceritakan kondisi fisik Hitler di masa tua. &#8220;Sejumlah orang Jerman tahu Hitler menyeret kakinya saat berjalan, penglihatannya makin kabur, rambutnya tak lagi tumbuh. Kala perang makin berkecamuk dan Jerman terus dipukul kalah, Hitler menderita kelainan syaraf.&#8221;</p>
<p>Saat membaca buku tersebut, Sosro makin yakin, sebab kondisi fisik yang sama dia temukan pada diri Poch.</p>
<p>Dalam buku tersebut juga diceritakan tangan kiri Hitler selalu bergetar sejak pertempuran Stalingrad (1942 -1943) &#8212; yang merupakan pukulan dahsyat bagi tentara Jerman.</p>
<p>Sosro mengaku masih ingat beberapa percakapannya dengan Poch yang diduga adalah Hitler. Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian orang-orang Yahudi.</p>
<p>&#8220;Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia mengatakan tak tahu. Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan <em>chaos</em>. Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing,&#8221; kata Sosrohusodo, seperti dimuat laman <em><strong>Militariana.<br />
</strong></em><br />
Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, &#8220;ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali.&#8221;</p>
<p>Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya &#8216;Dolf&#8217;, yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.</p>
<p>Usai membaca artikel-artikel tersebut, Sosro mengaku menghubungi Sumbawa Besar. Dari sana, dia memperoleh informasi dr Poch meninggal di Surabaya.</p>
<p>Poch meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.</p>
<p>Sementara istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya, Poch diketahui menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial S. Dia diketahui tinggal di Babakan Ciamis. </p>
<p>Setelah menutup mulut,  S akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya pada Sosro. termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.</p>
<p>Ada juga buku catatatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman</p>
<p>Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.</p>
<p>&#8220;Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun,&#8221; kata Sosro.</p>
<p>Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler &#8212; yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar.</p>
<p>Istri kedua Poch, S juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, &#8220;jangan bilang siapa-siapa.&#8221;</p>
<p>Sosro mengaku tak ada maksud tersembunyi di balik pengakuannya. &#8220;Saya hanya ingin menunjukan Hitler meninggal di Indonesia,&#8221; kata dia.</p>
<p>Hingga saat ini apakah Hitler tewas di bunker, di Argentina, Brazil, atau Indonesia, belum bisa dipastikan. Kisah akhir hayat &#8216;sang Fuhrer&#8217; terus jadi misteri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=135&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/hitler-meninggal-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;dr Poch &#8216;Hitler&#8217; Masuk Islam&#8221;</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/dr-poch-hitler-masuk-islam/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/dr-poch-hitler-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 10:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Adolf Hitler, diktator Jerman dan orang yang diyakini bertanggung jawab atas pembantaian bangsa Yahudi, diduga menghabiskan akhir hayatnya di Indonesia &#8212; sebagai dr Poch, dokter tua asal Jerman. Menurut mantan pasiennya, Ahmad Zuhri Muhtar (55), dr Poch tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa bersama istrinya yang asal Jerman. Ketika <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/dr-poch-hitler-masuk-islam/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=132&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VIVAnews &#8211; Adolf Hitler, diktator Jerman dan orang yang diyakini bertanggung jawab atas pembantaian bangsa Yahudi, diduga menghabiskan akhir hayatnya di Indonesia &#8212; sebagai dr Poch, dokter tua asal Jerman. Menurut mantan pasiennya, Ahmad Zuhri Muhtar (55), dr Poch tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa bersama istrinya yang asal Jerman. Ketika istrinya itu kembali ke negeri asalnya, Poch lalu kesepian. &#8220;Dia menyendiri lalu kawin lagi dengan istinya yang asal [Pulau] Jawa, saya tidak tahu persisnya, mungkin Garut,&#8221; kata Ahmad kepada VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.</p>
<p>Ada lagi fakta menarik soal dr Poch yang diungkap Ahmad. Kata dia, dr Poch bahkan masuk Islam karena menikah dengan perempuan muslim.</p>
<p>&#8220;Dinikahkan secara Islam, resepsinya di pendapa kabupaten. Ceritanya seperti itu,&#8221; tambah Ahmad.</p>
<p>dr Poch lalu pindah ke Surabaya, ke tempat istri barunya.</p>
<p>Keterangan Ahmad bersesuaian dengan kisah yang diungkap dr Sosrohusodo &#8212; dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertemu Poch di Sumbawa.</p>
<p>Kata Sosro, setelah istrinya yang asal Jerman, diduga Eva Braun, meninggalkannya, Poch yang diduga sebagai Hitler menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial &#8216;S&#8217;. Terakhir &#8216;S&#8217; diketahui tinggal di Babakan Ciamis.</p>
<p>Awalnya &#8216;S&#8217; menutup mulut, namun akhirnya kepada Sosro, dia menyerahkan sejumlah dokumen milik suaminya, termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.</p>
<p>Ada juga buku catatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman</p>
<p>Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.</p>
<p>&#8220;Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun,&#8221; kata Sosro.</p>
<p>Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler &#8212; yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar.</p>
<p>Istri kedua Poch, &#8216;S&#8217; juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, &#8220;jangan bilang siapa-siapa.&#8221;</p>
<p>Poch yang diduga adalah Hitler meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun.</p>
<p>Sebuah makam di Ngagel jadi pintu masuk untuk menyelidiki kebenaran cerita akhir hayat &#8216;sang Fuhrer&#8217;.</p>
<p>Apakah Hitler benar tewas bunuh diri di bunker di Berlin pada 30 April 1945, atau apakah mati dalam usia tua di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, atau Indonesia &#8212; masih harus dikaji kebenarannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=132&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/dr-poch-hitler-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Mantan Pasien Dokter Poch &#8216;Hitler&#8217;</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/kesaksian-mantan-pasien-dokter-poch-hitler/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/kesaksian-mantan-pasien-dokter-poch-hitler/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 10:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Saya sering diperiksa. Waktu saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter.  Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur. Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar. Penelusuran VIVAnews soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/kesaksian-mantan-pasien-dokter-poch-hitler/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=128&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Saya sering diperiksa. Waktu saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter.</p>
<p> Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.</p>
<p>Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar.</p>
<p>Penelusuran <em>VIVAnews</em> soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.</p>
<p>&#8220;Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah,&#8221; kata Ahmad ketika dihubungi <em><strong>VIVAnews</strong></em>, Senin 22 Februari 2010.</p>
<p>Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar, dia menjadi pasien dokter Poch.</p>
<p>&#8220;Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut. Gayanya<em> kayak gitu</em> bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. &#8220;Kalau dikatakan galak, <em>nggak</em> juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya menggertak,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal. &#8220;Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata,&#8221; kata dia.</p>
<p>Poch juga agak pincang. &#8220;Mobilnya Jeep kap terbuka, seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng begitu,&#8221; tambah Ahmad.</p>
<p>Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang kapal asing &#8216;Hope&#8217;. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan gratis.</p>
<p>&#8220;Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas itu,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media dan buku.</p>
<p>Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah. Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap kehidupannya.</p>
<p>&#8220;Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar dan makamnya di Ngagel,&#8221; kata Ahmad.</p>
<p>***<br />
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di <em><strong>Harian Pikiran Rakyat</strong></em> pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo &#8212; dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama &#8216;Hope&#8217; di Sumbawa Besar.</p>
<p>Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.</p>
<p>Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal &#8212; dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.</p>
<p>Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.</p>
<p>Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya &#8212; yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.</p>
<p>Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.</p>
<p>Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.</p>
<p>Namun, fakta di mana &#8216;sang Fuhrer&#8217; menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.</p>
<p>Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan.</p>
<div id="print_bg">
<div id="rating_form"> </div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=128&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/04/24/kesaksian-mantan-pasien-dokter-poch-hitler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unsere Buecher</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher-2/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=125&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/ghani.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-126" title="Unsere Buecher" src="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/ghani.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=125&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/ghani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Unsere Buecher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unsere Buecher</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:47:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=122&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/unsere-buecher.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-123" title="unsere buecher" src="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/unsere-buecher.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=122&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/unsere-buecher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahideku.files.wordpress.com/2010/03/unsere-buecher.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">unsere buecher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekapur Sirih Dari Editor</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sekapur-sirih-dari-editor/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sekapur-sirih-dari-editor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Sekapur Sirih Dari Editor Mein Kampf, adalah sebuah bukti manifestasi atas kedirian sebuah cita­cita manusia seorang bangsa Jerman kelahiran Austria, yang ditulis oleh Adolf Hitler. Buku Mein Kampf yang berjudul asli Mein Kampf zwei Bande in Einem Band Ungekurtze Ausgabe ini adalah sebuah buku yang terdiri atas dua volume yang dikemas dalam satu jilid. Mein <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sekapur-sirih-dari-editor/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=119&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sekapur Sirih Dari Editor</strong></p>
<p>Mein Kampf, adalah sebuah bukti manifestasi atas kedirian sebuah cita­cita manusia seorang bangsa Jerman kelahiran Austria, yang ditulis oleh Adolf Hitler. Buku Mein Kampf yang berjudul asli <em>Mein Kampf zwei Bande in Einem </em><em>Band Ungekurtze Ausgabe </em>ini adalah sebuah buku yang terdiri atas dua volume yang dikemas dalam satu jilid. Mein Kampf adalah sebuah dokumen sejarah yang sangat berharga, penting dan cukup ‘subversif’ untuk dikaji ulang kembali tentang cita-cita berdiri tegaknya sebuah bangsa <em>Ubermensch</em>, yang kehadirannya begitu banyak menuai kontroversi dan debat kusir tak berkesudahan dalam perdebatannya tentang kompleksitas sebuah negara modern abad XX. Mengingat akan penting dan berharganya buku tersebut, kami dari penerbit independen Das Mutterland, merasa terpanggil untuk menerjemahkan sekaligus tergugah untuk menyebarluaskan dokumen tersebut sebagai tradisi intelektualisme dan <em>human interest </em>yang senantiasa menutut adanya kebaruan dan pembelajaran ulang atas hermeneutika sejarah. Ya, meskipun buku cetakan pertama ini kami terbitkan dalam jumlah terbatas. Sudah barang tentu kami berencana akan menerbitkan buku Mein Kampf volume II sebagai agenda kami setelah buku volume I ini beredar dan berada di tangan Anda. Di awal penerbitan kami ini, Mein Kampf volume I yang berjudul ‘Pembalasan’ ini sengaja kami hadirkan lebih awal bagi Anda para <em>bookaholic </em>yang ingin mengintip rumitnya fragmen dan epos sebuah bangsa ‘Arya’.</p>
<p>Di dalam buku Mein Kampf versi asli tidak terdapat catatan kaki, bibliografi atau penjelasan-penjelasan ilmiah tentang suatu istilah atau nama­nama tokoh, namun pada buku Mein Kampf edisi terjemahan bahasa Indonesia ini kami sengaja membubuhi catatan kecil atau anotasi untuk menjelaskan secara singkat tentang nama-nama tokoh, tempat, peristiwa atau istilah yang masih ‘asing’ di telinga kita. Hal itu sangat penting dan sengaja kami lakukan agar memudahkan para pembaca kita untuk bisa mencerna dan memahami dalam konteks kapan, kenapa, bagaimana dan dimana Hitler menulis Mein Kampf. Proses penulisan Mein Kampf itu sendiri dilakukannya dengan cara mendiktekan endapan narasi pemikiran dan perasaan Hitler kepada Rudolf Hess, di dalam penjara Lamsberg Am Lech, pada tahun 1925. Dengan segala keterbatasan referensi dan ketatnya pengawasan sipir penjara pada saat itu, sangat logis apabila Hitler sangat kekurangan, bahkan nyaris tidak membawa serta buku­buku, bahan bacaan atau referensi ke dalam penjara yang selama penulisan bukunya itu sangat ia butuhkan. Jadi, Hitler hanya mengandalkan memori ingatannya saja ketika menuliskan pokok-pokok pikiran dan gagasannya sebagai hasil endapan bacaannya.</p>
<p>Patut kita kagumi ihwal daya ingat dan ketelitiannya saat Hitler menuangkan gagasan-gagasan politik, kritik seni, intisari Marxisme maupun filsafat anti-Semitisme dengan tanpa dibekali referensi sedikitpun, atau ketika ia mesti merumuskan teori proyek partai Nazi demi masa depan dan bangsa Jerman yang sangat ia sanjung itu. Atau ketika pikirannya harus ditarik kembali ke belakang di saat ia menuturkan kisah-kisah masa lalunya: tentang keluarga, cita-cita dimasa kecil, cerita semasa sekolah di <em>Realschule, </em>kegetiran hidup sewaktu di Wina, pengalaman ketika memasuki resimen ketentaraan di Bayern, hingga hal-hal yang sudah menjadi ikon Adolf Hitler, yaitu kebencian rasialnya terhadap kaum Yahudi.</p>
<p>Buku Mein Kampf jilid I ‘Pembalasan’ ini di awali dengan kisah romantisme yang lumrah terjadi pada seorang remaja pembangkang ketika sedang dalam proses pencarian jati diri, mesti berpolemik dengan pilihan-pilihan orang tua yang menuntut anaknya untuk memilih profesi ideal demi hidupnya di masa depan. Di masa-masa remajanya, Hitler sering bersitegang dengan ayahnya yang menginginkan agar Hitler menjadi seorang pegawai negeri, sementara Hitler lebih memilih bercita-cita menjadi seniman. Di hari-hari yang selalu penuh konflik itu, sosok ibunyalah yang selalu menengahi konflik dengan sikap yang penuh kelembutan, sampai-sampai sang ibu rela menyerahkan seluruh uang pensiun ayahnya untuk biaya Hitler agar dapat masuk Akademi Seni di Wina. Di kota Wina inilah realitas kehidupan yang pahit dan sulit di alami oleh Hitler berlangsung: hidup di rantau seorang diri, di tolak oleh Akademi Seni, tak punya pekerjaan dan bertahan hidup sebagai pelukis jalanan, ditambah dengan kondisi keuangannya yang semakin menipis dan menyedihkan membuat hidupnya semakin tak menentu. Sebuah realisme kehidupan yang rentan terhadap perubahan psikologis terjadi dalam dirinya. Dari awal hingga akhir setiap bab buku Mein Kampf jilid I ini, banyak menyimpan bahan perenungan yang lebih dalam ihwal perjalanan karir sang <em>Fuhrer </em>memang sangat menarik untuk ditelusuri lebih jauh lagi.</p>
<p>Memang adalah sebuah kenyataan yang wajar ketika kita mengetahui sosok Adolf Hitler adalah sosok yang selalu diliputi impuls-impuls kekerasan, agresif, penghancur, brutal dan arogan. Seolah-olah Hitler tak memiliki kepekaan, perasaan, kepedulian dan sensitifitas kemanusiaan sama sekali terhadap nilai dan norma kehidupan, khususnya pasca pembantaian 5 juta kaum Yahudi dan 6 juta kaum <em>‘Christian subhumans’</em>. Asumsi-asumsi tadi mungkin sedikit ada benarnya, namun ketika kita selesai membaca Mein Kampf ini saya yakin -tanpa bermaksud untuk berlebihan- semua asumsi-asumsi yang kita tuduhkan itu akan terjungkal. Pada jilid I Mein Kampf ini ternyata kita akan mendapati sisi-sisi <em>human interest </em>Hitler yang tidak melulu berisi hasutan­hasutan dan cerita-cerita pembantaian massal yang mendirikan bulu roma. Betapa tidak, Hitler ternyata memiliki kepedulian akan pentingnya menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh, yaitu dengan menyarankan agar dibiasakan berolahraga sejak anak-anak. Iapun mengkampanyekan akan bahaya penyebaran penyakit sifilis, dan menyarankan agar pemuda-pemudi yang sudah cukup usia agar segera menikah demi menghindari penularan penyakit seksual. Betapa ia begitu peka terhadap berbagai kondisi sosial; bahaya pengangguran, kelaparan, perceraian rumah tangga, penyakit dan cacat tubuh, efek media yang tak mendidik terhadap anak-anak, jahatnya praktek korupsi dan kapitalisme, bahkan iapun tidak menyembunyikan perasaan iba dan halusnya sebagai seorang manusia ketika ia membagi dan memberikan remah-remah roti kepada tikus­tikus yang kelaparan di dalam barak, sewaktu Hitler menjadi prajurit di Flanders.</p>
<p>Inilah realitas kontradiktif dan oposisi biner di dalam karakter dan perangai Adolf Hitler yang selalu tak tertebak itu: jahat/baik, penghancur/sensitif, bodoh/jenius, keras/lembut, cinta tanah air/meluluh lantakkan kebudayaan, arogan/penuh kepekaan, <em>creator/destroyer</em>, membela agama Tuhan/melakukan pembantaian atas nama Tuhan, dan lain-lain. Siapakah sebenarnya Adolf Hitler dibalik sosoknya yang eksentrik nan <em>perlente </em>itu? Memang membicarakan dan menelusuri sepak terjang Adolf Hitler adalah membicarakan tentang absurditas seorang manusia skizofrenia yang sangat kontradiktif satu sama lain, atau dengan meminjam istilah ungkapan Bambang Sugiharto didalam sebuah kata pengantar, <em>“Ada kekerasan yang aneh bahkan di </em><em>dalam kelembutannya, ada kelembutan yang ganjil bahkan di dalam kekejamannya”.</em></p>
<p>Adalah “tugas berat” bagi saya selama melakukan proses editing naskah terjemahan buku penting ini. Di katakan tugas berat karena, pertama, saya harus menjaga otentitas isi Mein Kampf ini baik secara substansi maupun narasi, sebab buku ini di terjemahkan langsung dari bahasa Jerman yang secara struktur bahasa sangat berbeda dan asing dengan bahasa Inggris seperti pada sumber buku-buku terjemahan umum lainnya. Ketika saya sering menemukan adanya banyak kesulitan dan kerancuan dalam mengartikan makna suatu kalimat, kata atau paragraf, saya harus memeriksa dan mencocokkan keragu-raguan saya tersebut dengan mencari sampai dapat padanan kata atau struktur kalimat yang pas di buku Mein Kampf edisi bahasa Inggris yang sangat sulit dan langka saya temukan itu. Kedua, tugas berat saya yang lain adalah begaimana menjaga agar kualitas terjemahan ini enak di baca tanpa harus merubah atau terjebak dalam slogan dan propaganda di dalamnya. Di dalam buku ini saya sengaja membiarkan kata-kata asing yang masih banyak bertebaran atau baris-baris kalimat yang penuh nada keras, umpatan kasar, caci maki dan nuansa propaganda yang kental tentang pikiran politik Hitler dibiarkan apa adanya. Hal ini dilakukan agar pembaca sedang benar-benar membaca Adolf Hitler yang memang terkenal agresif itu. Membaca Mein Kampf tidaklah mudah karena ternyata ia memerlukan kedewasaan dan nalar yang cukup kritis serta antusiasme tinggi dalam memahami konteks sejarah secara global, dan buku Mein Kampf ini janganlah dianggap sebagai momok yang menakutkan, namun sebagai sebuah referensi tentang subjektifitas diri semata dari seorang politikus dan pemimpin yang memimpikan negara dan bangsanya untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>Menelusuri jejak ide-ide, pikiran dan tindakan Hitler yang tertulis di buku ini bagaikan memasuki jagat raya identitas yang begitu rumit dan kompleks dari seorang pemimpin kharismatik sebuah bangsa yang -setidaknya menurut saya­sangat sulit didapatkan tandingannya dengan para pemimpin negara-negara modern lain. Di lihat dari kaca mata akademis dan intelektualisme Hitler, nyaris tak ada yang bisa dikagumi dan banggakan. Tetapi dibalik sosok dan kisah kehidupannya, ia begitu banyak menyimpan ironi sekaligus klise: seorang siswa miskin yang terpaksa putus sekolah, seorang tentara berpangkat rendah, seorang pelukis jalanan yang tidak sukses dan ambisi pribadinya untuk menjadi seniman yang berhasil hanyalah bentuk pelarian dan penolakan kerasnya semata agar tidak menjadi pegawai negeri seperti yang diidam-idamkan ayahnya, Alois Schicklgruber Hiedler.</p>
<p>Kondisi-kondisi psikologis inilah yang menyebabkan Hitler menjadi seorang yang sangat temperamen, frustrasi, agresif dan kasar. Akan tetapi disisi yang lain, kita pun terpaksa tidak boleh mengabaikan potensi-potensi kejeniusan Adolf Hitler saat berpidato dengan tanpa teks, berorasi dan memberi motivasi kepada tentara dan simpatisan partai Nazi yang terpana dan takjub, yang sepertinya mustahil dilakukan oleh seorang intelektual sekalipun, dimana kebanyakan mereka lebih suka menenggelamkan diri di lautan buku dan aksara; atau para politisi yang hanya sibuk dalam eksistensi dan citra diri; atau para akademisi yang memilih berkutat dalam teori-teori. Inilah nilai plus dari diri seorang Adolf Hitler. Dengan gaya berpidatonya yang ekspresif, lantang, tegas dan lugas ketika menyampaikan pikiran dan tujuan politisnya dihadapan para pengikutnya, ia seolah sedang menyihir dan menghipnotis lautan manusia menjadi robot-robot yang patuh. Ini pula <em>credit point </em>yang mampu membedakan Hitler dibanding dengan negarawan-negarawan lain yang hanya berangan-angan tentang kepatuhan dan kebajikan warga negara (<em>Civic virtue</em>), tapi sebaliknya Hitler mampu membuatnya menjadi realitas dengan mengkonsolidasikan kemampuannya membuka pikiran dan perasaan bawah sadar manusia.</p>
<p>Memang kita tidak bisa memungkiri catatan hitam sejarah bahwa Hitler telah melakukan impuls-impuls jahat, kekerasan, totaliter, reaksioner dan destruktif terhadap Yahudi atas nama peradaban Jermanisme, semangat cinta tanah air dan bangsa. Di dalam neutron pikirannya yang terpencil, Hitler menganggap bahwa seluruh kaum Yahudi adalah penjahat, penyebar penyakit , pembohong besar, penjilat, parasit yang mematikan dan prasangka-prasangka negatif lainnya. Pendek kata, kaum Yahudi adalah kaum dengan kualitas ras rendah yang harus dilenyapkan dari muka bumi! Sesuai dengan filsafat Nazi yang tidak hanya memimpikan sebuah negara Jerman, tetapi seluruh benua Eropa yang akan menjadi <em>Judenrein </em>– bebas dari kaum Yahudi.</p>
<p>Disinilah letak absurditas pikiran Hitler, yang bersama partai Nazi-nya sebagai mesin hasrat (<em>Desire machine</em>) bagi mensukseskan ambisi-ambisi skizofrenik-nya. Betapa ia telah begitu khilaf, melupakan dan menyia-nyiakan kontribusi yang sangat tak ternilai harganya yang telah diberikan banyak figur dan tokoh-tokoh yang mengharumkan nama Jerman, tanah air tercinta tempat kelahiran Adolf Hitler itu. Entah kebetulan atau tidak, kebanyakan kontributor­kontributor itu memiliki darah Yahudi, yang dimana sepanjang sejarahnya orang­orang Yahudi ‘pilihan’ Jerman ikut membantu dan meluaskan pandangan sejarah dunia yang banyak melahirkan intelektual-intelektual garda depan, ilmuwan­ilmuwan nomor wahid, filsuf-filsuf jempolan, bahkan seniman-seniman dan sastrawan-sastrawan yang tak jarang diantara mereka banyak yang di anugerahi hadiah Nobel.</p>
<p>Sebenarnya apa motivasi anti-Semitisme atau anti Yahudi Hitler ketika melakukan serangkaian pemusnahan kaum Yahudi itu? Apakah ada perbedaan substantif yang erat kaitannya antara anti-Semitisme dan anti Yahudi? Ataukah situasi politik, realitas sosial ekonomi dan kultural Jerman di era Hitler menawarkan satu penjelasan?</p>
<p>Ada motivasi psikologis yang berlainan dibalik tindakan anti-Semitik dan anti Yahudi, sebagaimana halnya ada motivasi-motivasi yang berlainan dibalik pembunuhan terencana dan pembunuhan tak terencana. Menurut Max I. Dimont, ada empat kualitas yang membedakan anti-Semitisme dari kekerasan anti Yahudi. Anti-Semitisme bersifat tidak logis, irasional dan berasal dari kekuatan-kekuatan bawah sadar. <em>Pertama-tama</em>, timbul prasangka yang kemudian diikuti justifikasi untuk merasionalkan perasaan itu. Sementara kekerasan anti Yahudi berasal dari motivasi-motivasi yang logis, rasional dan sadar. Pertama-tama timbul motivasi yang kemudian diikuti oleh tindakan­tindakan balas dendam. <em>Kedua, </em>anti-Semitisme di arahkan pada ‘ras Yahudi’ dan tidak mendapati apapun untuk dilakukan terhadap individu Yahudi, kesalahan­kesalahan ataupun kebaikan-kebaikannya. Kekerasan anti Yahudi diarahkan langsung kepada orang Yahudi sebagai individu dalam cara yang sama, dan untuk alasan yang sama-sama pula kekerasan itu diarahkan kepada individu-individu dari agama-agama dan nasionalitas-nasionalitas lain. <em>Ketiga, </em>anti-Semitisme dengan sengaja mencari-cari orang-orang Yahudi, dan hanya orang-orang Yahudi semata untuk sasarannya, tidak memasukan orang lain yang mungkin sama-sama mempunyai ‘kesalahan’ seperti yang dituduhkan terhadap orang Yahudi. Kekerasan anti Yahudi acapkali hanya merupakan faktor insidentil pada kekerasan umum yang dilakukan oleh si penyerang. <em>Keempat</em>, anti-Semitisme tidak mencari solusi, tidak mengulurkan ‘penebusan dosa’ kepada orang Yahudi dan tidak menawarkan alternatif karena menjadi Yahudi. Dalam kekerasan anti Yahudi, yang diarahkan secara khusus kepda kaum Yahudi obyeknya adalah mengkonversikan (memindahkan) mereka ke dalam agama si penyerang. Kaum anti-Semitisme membenci ide-ide ke-Yahudi-an, bukan individu Yahudi, karena ide ke-Yahudi-an adalah konsep yang ia benci, maka konversi orang Yahudi tidak bakal merubah apapun di dalam benak pikiran mereka.</p>
<p>Jawaban dari pertanyaan kedua adalah bahwa Jerman bila dilihat dari perspektif kultural merupakan gabungan dari dua kekuatan pikiran dan perasaan yang satu sama lain saling kontradiktif, yaitu Jerman ala idealisme yang agung, berwawasan terbuka dan terdapat kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas terhadap prestasi-prestasi kemanusiaan. Ini adalah Jerman yang mengembangkan dan memelihara humanisme yang berkontradiksi dengan Jerman yang berwajah filsuf-filsuf, militeris-militeris otoriter dan penghasut­penghasut yang berwawasan sempit.</p>
<p>Situasi politik dan realitas sosial ekonomi Jerman di era Hitler adalah situasi dan realitas yang tak jelas bentuknya. Menurut Hannah Arendt, di dalam <em>The Origin of Totalitarianism </em>menyebut adanya <em>déclassé </em>atau golongan masyarakat ‘tak berkelas’ (<em>declassed</em>). Disebut demikian karena golongan ini telah kehilangan status kelas dan jaminan hidupnya yang terdahulu. Dikalangan kelompok <em>declassed </em>yang gelisah inilah ditemukan sebagian besar penganut­penganut anti-Semitisme modern yang potensial. Dan dari golongan inilah Hitler merekrut sebagian besar pengikutnya yang sangat pemarah dan bernafsu.</p>
<p>Tatkala kekuatan-kekuatan relijius yang menggenggam masyarakat melemah, maka kekuatan-kekuatan psikologis yang mengendalikan permusuhan­permusuhan bawah sadar manusiapun juga melemah. Terjadilah kerawanan sosial yang menghantarkan ketidakamanan; kerawanan psikologis yang ikut menghantarkan kegelisahan. Kelompok sosial yang sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan ekonomi yang terjadi, kelompok tersebut menjadi sangat asing terhadap nilai-nilai dan simbol-simbol statusnya yang terdahulu. Karena ia merupakan kelompok yang sangat merasa tidak aman di dalam masyarakat modern, maka ia juga yang paling merasa gelisah. Dalam rangka meredakan, meneduhkan, mengurangi perasaan-perasaan yang menakutkan, ketidakamanan dan kegelisahan, para <em>declassed </em>tersebut mencari pemimpin-pemimpin yang akan merestorasi prestise dan jaminan mereka yang telah hilang, dan suatu filsafat serta ‘agama’ baru yang akan meredakan sekaligus menyejukkan kegelisahan-kegelisahan mereka.</p>
<p>Proses bermula ketika golongan <em>declassed </em>mendengar pidato-pidato caci maki dari para politikus-politikus anti-Yahudi, dan perasaan anti Yahudi mereka sendiri semakin banyak mendapatkan aspek-aspek yang menggelisahkan. Mereka yang merasakan pentingnya akan anti-Semitisme juga merasa gelisah perihal anti-Semitisme itu sendiri. Dibalik kekerasan slogan-slogan anti-Semitik mereka ada tersembunyi suatu kegelisahan lain, yakni alasan-alasan mereka untuk membenci kaum Yahudi ternyata tidak terealisasi sedikitpun, malahan sesuatu terjadi pada mereka sendiri. Hanya jika mereka memiliki pemimpin­pemimpin yang dapat menenangkan kekhawatiran mereka, adalah pemimpin­pemimpin yang dapat membuat gejolak perasaan kebencian ini menjadi lebih ‘sopa n’.</p>
<p>Harapan mereka terkabul, ketika golongan <em>declassed </em>diberi sebuah ‘agama ras’ yang ideasional dan pas oleh tiga orang teoritikus akhir abad XIX yang selalu memuji kebajikan golongan <em>declassed, </em>sehingga mereka akan menjadi produk-produk superior. Anti-Semitisme kemudian diberi ‘pupuk’ ilmiah oleh tiga buku yang memiliki bobot mentransformasikan kegelisahan yang meledak-ledak menjadi kebencian yang lebih sopan. Ketiga teoritikus ras ini adalah Count Arthur de Gobineau, dari Perancis dengan bukunya <em>The Quality of </em><em>Human Races </em>(1853); Friedrich Nietzsche, seorang Jerman dengan bukunya <em>Beyond Good and Evil; </em>dan Houston Stewart Chamberlain, seorang Inggris dengan bukunya <em>Foundations of the Ninteenth Century </em>(1899). Ketiga tokoh dan karya-karyanya itulah yang menjadi bibel dan nabi-nabi sekuler kaum Nazi, yang ditingkahi suatu realitas yang mengerikan dan absurd oleh 15 juta serdadu Jerman!</p>
<p>Dalam ruang atmosfer kegelisahan para <em>declassed, </em>yang ditambah dengan buruknya situasi inflasi akibat kekalahan Perang Dunia I, hadirlah seorang Jendral purnawirawan Erich von Ludendorff dan seorang prajurit berpangkat rendah mantan pelukis jalanan yang tak berhasil, Adolf Hitler melakukan pagelaran dengan apa yang dikenal sebagai <em>Munich Beer Hall Putsch. </em>Sebuah kudeta di tahun 1923 yang berakhir dengan kegagalan. Ludendorff dibebaskan, sementara Hitler di ganjar lima tahun penjara namun ia hanya menjalaninya kurang dari setahun. Pada tahun 1929, Adolf Hitler bersama Herman Goering, Rudolf Hess, Ernst Rohm, Ludendorff dan Himmler mendirikan <em>Nationalsozialistische Deutch </em><em>Arbeiterpartei </em>(NSDAP) atau yang lebih dikenal dengan akronim Nazi, adalah satu-satunya partai legal di Jerman.</p>
<p>Selama lima tahun pertama rezim Nazi, sedikitnya ada terdapat lima pentas yang di gelar oleh Nazi -atas perintah Adolf Hitler tentu saja- dimana tiap­tiap pentas terdapat satu momentum kekerasan yang khusus ditujukan kepada kaum Yahudi. Pentas pertama, bermula ketika Nazi naik ke tampuk kekuasaan tahun 1933 dengan melakukan perampasan dan penjarahan toko-toko milik Yahudi, pemukulan-pemukulan dan pemboikotan-pemboikotan terhadap bisnis Yahudi. Pentas kedua, pada tahun 1935 diberlakukannya undang-undang anti Yahudi atau <em>Nuremberg Laws </em>yang berisi pencabutan hak-hak suara bagi semua orang yang di anggap memiliki ‘darah Yahudi’. Pentas ketiga, bermula pada tahun 1939 dengan melakukan serangkaian penangkapan-penangkapan massal terhadap 20.000 orang Yahudi termasuk anak-anak dan wanita, serta dilakukannya berbagai penganiayaan fisik yang pertama di kamp-kamp konsentrasi. Pentas keempat, pada tahun 1940 dengan mendeportasi semua orang Yahudi Jerman dan Austria ke dalam ghetto-ghetto yang dikreasikan secara khusus di Polandia, dimana mereka dibiarkan mati karena penyakit dan kelaparan. Dan pentas kelima atau ‘solusi akhir’, yaitu pada tahun 1941 adalah perubahan status kamp-kamp konsentrasi yang bukan hanya sekedar tempat penawanan, akan tetapi menjadi tempat pemusnahan dan pembantaian massal. Solusi akhir ini bukan hanya membantai kaum Yahudi di Eropa, tetapi melakukan praktek perbudakan terhadap ‘<em>Christian sub humans’ </em>seperti orang-orang Rusia, Polandia, Rumania, Hungaria dan Yugoslavia. Pembunuhan-pembunuhan dan perbudakan atas mereka itu dilakukan oleh satuan-satuan tugas khusus Nazi yang dikenal sebagai <em>Einsatzgruppen</em></p>
<p>Tak pelak lagi, semua peristiwa dan tindak tanduk Hitler dan Nazi sebagai mesin hasratnya membuat perasaan kita menggelegak dan mengepalkan tinju. Betapa tidak, Jerman sebagai sebuah negara adiluhung dan tempat inovator­inovator kebudayaan barat yang banyak melahirkan kreator-kreator musikjenius sekelas Beethoven, Brahms, Wagner, Chopin, Schubert, Verdi; seniman-seniman raksasa se-mashyur Van Gogh, Gaugin, Goya, Delacroix, Renoir; para gembong ide-ide cemerlang sedahsyat Marx, Hegel, Nietzsche, Schopenhauer, Einstein, Freud, Spencer, Darwin; serta sastrawan-sastrawan brilian sehebat Goethe, Fichte, Schiller, Balzac ternyata harus memiliki catatan kelam hanya karena terdapat penyimpangan dan prasangka-prasangka subjektif yang tak bisa dimengerti secara akal sehat, dimana Hitler sebagai kreator kehancuran yang bersamaan dengan luluh lantak tanah kelahirannya sendiri itu sebenarnya pernah begitu mengagumi, mempelajari, mendalami, terinspirasi dan bahkan diantaranya mengidolakan tokoh-tokoh tersebut.</p>
<p>Inilah realitas sejarah Jerman dengan maju mundur dan jatuh bangunnya sebuah peradaban yang selalu menyertainya, senantiasa menyimpan diakroni kesederhanaan di dalam kompleksitasnya, sekaligus memberikan enigma kompleksitas di dalam kesederhanaannnya. Tak ayal, Jerman merupakan sebuah negeri yang menyimpan ragam misteri peradaban yang revolusioner, indah, megah, elok sekaligus romantik itu adalah sebuah bangsa unhistoris yang diperankan oleh banyak pentas kejadian-kejadian, sekaligus sebuah bangsa historis yang tak terhitung memerankan banyak adegan-adegan peristiwa. Sekali lagi, Jerman adalah sebuah negara yang didirikan di atas tonggak-tonggak dan puing-puing kehebohan universal dalam percaturan sejarah dunia.</p>
<p>Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, selamat berpolemik dan selamat membaca. <em>Aufwiedersehen!</em></p>
<p>Bandung, 24 November 2005 <strong>Andrias Mutterland</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=119&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sekapur-sirih-dari-editor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LATAR</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/latar/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/latar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[LATAR A. Sekilas mengenai Mein Kampf Ketika Perang Dunia II usai, meninggalkan Eropa yang tercabik-cabik perang, puluhan juta mayat sipil dan tentara serta kamar-kamar gas kamp konsentrasi tempat pembantaian massal, sebuah pertanyaan tercetus, dari mana asal mula semua ini?. Semuanya bermula dari Hitler dan pemikiran politik serta kebenciannya yang amat sangat pada Yahudi, Marxisme dan <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/latar/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=117&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LATAR</strong></p>
<p><strong>A. Sekilas mengenai </strong><strong><em>Mein Kampf</em></strong></p>
<p>Ketika Perang Dunia II usai, meninggalkan Eropa yang tercabik-cabik perang, puluhan juta mayat sipil dan tentara serta kamar-kamar gas kamp konsentrasi tempat pembantaian massal, sebuah pertanyaan tercetus, dari mana asal mula semua ini?.</p>
<p>Semuanya bermula dari Hitler dan pemikiran politik serta kebenciannya yang amat sangat pada Yahudi, Marxisme dan elemen asing di Jerman dituangkan dalam buku berjudul <em>Mein Kampf</em>.</p>
<p><em>Mein Kampf</em>(Perjuanganku) adalah sebuah buku yang didiktekan oleh Adolf Hitler. Jilid pertama diberi judul <em>Eine Abrechnung </em>(Pembalasan) diterbitkan tanggal 18 Juli 1925; Jilid ke dua <em>Die </em><em>nationalsozialistische Bewegung </em>(Pergerakan nasionalis sosialis) diterbitkan tahun 1926. Yang ada di tangan anda adalah jilid pertama, jilid kedua sedang dalam proses penerjemahan. Pada awalnya judulnya bukanlah <em>Mein Kampf </em>namun, <em>Viereinhalb Jahre gegen Lüge, Dummheit und </em><em>Feigheit </em>(Empat setengah tahun melawan Kebohongan, Kebodohan dan Kepengecutan). Empat setengah tahun tersebut adalah masa Perang Dunia ke I dimana Jerman menderita kekalahan.</p>
<p>Kalau anda membayangkan Hitler duduk di belakang mesin tik dan mengetikkan buku ini (atau bahkan melakukan koreksi sendiri) maka anda salah besar karena yang dilakukan Hitler adalah mendiktekan doktrinnya secara lisan pada sekretarisnya yang juga bertindak sebagai editor, Rudolf Hess. Hitler bukanlah penulis ataupun seseorang dengan latar belakang ilmiah maka gaya bercerita Hitler aneh,mengambang dan unik, penuh dengan pengungkapan filosofis dan spiritual lengkap dengan kesalahan tata bahasa. Buku ini termasuk sulit untuk dibaca tapi membacanya membuat pembaca tahu ide-ide apa yang mendasari kekejaman Perang Dunia ke II. Membaca buku ini seperti mendengarkan penuturan lisan Hitler mengenai masa mudanya, masa-masa awal partai Nazi, rencana masa depan bagi Jerman dan ide mengenai politik dan ras.</p>
<p>Ide Hitler yang terkenal adalah ide soal anti semit, pembatasan logisnya dengan obsesi (contohnya, klaim bahwa bahasa <em>Esperanto </em>adalah bagian dari rencana Yahudi), juga argumennya mengenai ide nasionalis Jerman lama yaitu melebar ke timur; kebutuhan untuk mendapatkan <em>Lebensraum </em>(ruang tinggal) ke arah Eropa timur, khususnya Rusia karena ras Arya lebih superior daripada ras Slav yang tinggal di Eropa Timur dan Russia. Hitler menulis mengenai pengalamannya sebagai tentara dan memuji kepahlawanan Jerman dalam perang tersebut. Jerman tak hanya berhasil menahan Perancis dan Inggris di front barat namun bertempur pula dengan musuh di selatan dan timur dan sebelum pemogokan 1918 yang diinspirasi oleh kaum Marxis, mampu menjadi negara yang kuat.</p>
<p>Hitler menganalisa kegunaan propaganda antara kedua sisi dan menyimpulkan bahwa sekutu mampu mempengaruhi moral bangsa Jerman. Inggris dianggap sukses menggambarkan bangsa Jerman sebagai kaum ‘Hun’ yang barbar sedangkan tentara Jerman mempunyai gambaran bahwa orang Inggris adalah orang-orang yang lemah. Hitler paham manfaat propaganda dan bagaimana propaganda itu dapat digunakan sebagai instrumen pengatur pikiran. &#8216;Anti-Semitisme&#8217; diasumsikan oleh Nazi sebagai tiga ras yang membentuk umat manusia yang menentukan interaksi manusia antara budaya dan kelompok agama. Penemu budaya adalah ras Arya yang mistis. Semua budaya bahkan agama semuanya berasal dari ras Arya walau Hitler tak pernah memberikan penjelasan akan hal itu. Penjaga kebudayaan adalah mereka yang mendapatkan kebudayaan dari ras Arya tapi mereka malah menjadi <em>mandeg </em>karena ras Arya bercampur dengan jenis ras yang lebih rendah. Penjaga kebudayaan yang jelas disebut Hitler adalah bangsa Jepang. Bangsa Yahudi disebut dalam buku ini sebagai parasit, pembohong, kotor, licik, lihai, cerdas, tak memiliki kebudayaan sejati, tukang bonceng, belatung, perantara, penghisap darah abadi, menjijikan, jahat, monster, asing, pengacau, haus darah, tamak, penghancur kemanusiaan Arya dan akhirnya musuh abadi kemanusiaan Arya.</p>
<p>Hitler mengkritik bangsa Yahudi menggunakan agama sebagai taktik untuk menjaga ras mereka. <em>Mein Kampf </em>memperjelas rasisme Hitler yang membagi manusia menurut keturunan, Hitler berpendapat bahwa Ras Arya Jerman dengan rambut pirang dan mata biru ada paling atas (Hitler sendiri ber-rambut coklat dan bermata biru) dan level bawah diisi oleh Yahudi, Polandia, Rusia, Ceko dan Gipsi. Hitler kemudian berpendapat bahwa Yahudi bersekongkol untuk menjaga kemurnian ras mereka sendiri serta pertarungan budaya, ras dan politik selama ini hanyalah antara Arya dan Yahudi. Ide persekongkolan mengenai kompetisi dominasi dunia antara Yahudi</p>
<p>dan Arya menjadi kepercayaan yang menyebar di Jerman selama zaman Nazi bahkan diajarkan di sekolah-sekolah pada anak-anak. Kebencian Hitler pada kaum Yahudi yang menjadi dasar filsafat politiknya berasal dari Darwinisme khususnya pendapat ‘Yang kuat yang bertahan’ juga dari proses seleksi alam dimana ras yang lebih baik berhak atas kesempatan hidup yang lebik baik.</p>
<p>Seperti kebanyakan autobiografi, kebanyakan materi diubah atau direkayasa sesuka hati oleh Hitler sendiri agar <em>image </em>dirinya terlihat bagus. Sebagai contoh Hitler mengaku menjadi anggota Partai Buruh Jerman dengan nomor anggota 7 padahal bukti yang kemudian ditemukan menunjukan bahwa Hitler mendapatkan nomor anggota 555. Hitler sengaja berbohong untuk menunjukan bahwa dia adalah salah satu pengikut setia Partai Buruh Jerman.</p>
<p><strong>Popularitas buku</strong></p>
<p>Sebelum Hitler naik ke tampuk kekuasaan buku tersebut hanya terjual sedikit. Walau NSDAP (Nazi) mengklaim bahwa bukunya laku keras, dokumen-dokumen yang keluar setelah perang dunia ke dua membuktikan sebaliknya. Beberapa sejarawan bahkan berpendapat bahwa jika buku tersebut dibaca secara luas mungkin dapat memperingatkan masyarakat dunia bahwa bahaya akan tercipta oleh Hitler pada benua Eropa dan <em>Holocaust </em>(pembantaian Yahudi) yang menyusul kemudian. Terjemahan bahasa Inggris telah ada sebelum Perang Dunia ke 2. Walau begitu penerbit yang menerjemahkan ke bahasa Inggris telah menyensor bagian yang berhubungan dengan militerisme dan anti Yahudi.</p>
<p>Setelah Hitler berkuasa buku tersebut menjadi populer dan menjadi kitab suci pengikut Nazi. Bulan Januari 1933 sebanyak 287.000 Eksemplar dengan harga 12 Reichs Mark terjual. Dari Februari 1933 sampai 31 Desember 1933 1,5 Juta kopi terjual. Setiap pasangan yang hendak menikah pada saat itu harus memiliki satu kopi buku ini secara gratis. Penjualan <em>Mein Kampf </em>memberikan Hitler royalti jutaan Reichs Mark; walau begitu banyak yang membelinya tak pernah membacanya dan hanya membelinya untuk menunjukan kesetiaan pada Hitler agar tidak diawasi atau dicurigai. Sampai akhir perang, 10 juta kopi telah terjual di Jerman sendiri. Sesudah tahun 1945 buku ini terlarang di Jerman sampai sekarang.</p>
<p>Edisi ini, mengingat ketebalan hasil terjemahannya dibagi dalam dua buku, buku ini untuk Jilid pertama dan buku kedua untuk Jilid kedua yang akan terbit dalam waktu terpisah. Edisi aslinya menyatukan kedua Jilid ini dalam satu buku.</p>
<p><strong>B. Biografi singkat Hitler</strong></p>
<p>Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889 di Braunau am Inn, Austria, kota kecil 90 km barat kota Linz di provinsi <em>Oberösterreich</em>, Austria, tidak jauh dari perbatasan Jerman. Hitler merupakan anak ke empat dari ayahnya Alois Hitler (1837–1903), seorang pegawai bea cukai dan Klara Pölzl, sepupu dan istri ke tiga Alois. Dari ke enam anak ini hanya Adolf dan Paula yang mencapai usia dewasa. Dari istri ke duanya Alois memilik anak bernama Alois Junior dan Angela.</p>
<p>Alois Hitler adalah anak di luar nikah, sampai berusia 40 tahun masih memakai nama keluarga ibunya <em>Schicklgruber</em>. Tahun 1876 Alois menggunakan nama ayah tirinya Johann Georg Hiedler setelah mengunjungi pendeta yang menguruskan pencatatan kelahiran dan menyatakan bahwa Georg adalah ayahnya. Ejaannya mungkin dirubah oleh juru tulis. Musuh politik Hitler menuduh bahwa nama aslinya bukanlah Hitler melainkan Schicklgruber.</p>
<p>Karena pekerjaan ayah Hitler, maka keluarga mereka sering berpindah dari Braunau ke Passau, Lambach, Leonding lalu ke Linz. Adolf muda merupakan murid yang cerdas di sekolahnya, namun di kelas enam (1900/01) tahun pertama sekolah tingginya (<em>Realschule</em>) di Linz, dia gagal total dan harus mengulang. Gurunya menyebut dia ‘tak berminat untuk berusaha’.</p>
<p>Hitler lalu memberontak terhadap ayahnya yang ingin menjadikannya seorang pegawai negeri, Adolf ingin menjadi pelukis. Hitler menganggap dirinya seniman yang tidak dipahami. Setelah ayah Hitler meninggal tanggal 3 Januari 1903 pada usia 65 tahun, sekolahnya tak maju-maju dan pada usia enambelas tahun Hitler keluar dari sekolahnya tanpa pernah lulus.</p>
<p><strong>Masa muda di Wina dan München.</strong></p>
<p>Dari tahun 1905 Hitler hidup dengan gaya Bohemian dari uang pensiun ayahnya dan dukungan ibunya. Setelah ditolak dua kali untuk memasuki Akademi Seni di Wina (1907 dan 1908) karena &#8220;kurang bakat&#8221;, dimana alasan ini menyakiti hatinya, Hitler tak mencari kerja lain.</p>
<p>Hitler kemudian dianggap mampu menjadi arsitek karena mampu menggambar gedung-gedung. Pada tanggal 21 Desember 1907 ibunya, Klara meninggal karena kanker payudara. Di Wina Hitler bekerja sebagai pelukis mengkopi gambar dari kartu pos dan menjual gambarnya pada pedagang dan turis (ada bukti bahwa Hitler telah memproduksi 2000 lukisan sebelum Perang Dunia I).</p>
<p>Di Wina-lah Hitler mulai membenci Yahudi dimana sikap seperti itu umum di kalangan rakyat Austria pada saat itu. Wina memiliki komunitas Yahudi yang besar termasuk Yahudi Ortodoks dari Eropa Timur. Hitler terpengaruh oleh tulisan-tulisan pseudosains dari ideologi rasial anti Yahudi Lanz von Liebenfels dan polemik dari politisi seperti Karl Lueger, walikota Wina dan Georg Ritter von Schönerer, <em>Führer </em>(pemimpin) <em>alldeutschen Bewegung </em>(Pergerakan Pan-Jerman). Hitler mempercayai kehebatan ras Arya yang menjadi dasar pandangan politiknya. Hitler mengklaim bahwa Yahudi adalah musuh bangsa Arya dan bertanggung jawab atas masalah ekonomi Jerman. Namun menurut teman dekatnya, August Kubizek, Hitler lebih tertarik pada opera Richard Wagner daripada politik.</p>
<p>Setelah ditolak untuk ke dua kalinya oleh Akademi Seni, Hitler mulai kehabisan uang. Tahun 1909 dia berlindung di tempat tunawisma dan tahun 1910 tinggal di tempat buruh miskin. Berkembangnya sifat anti Yahudi Hitler diragukan pada masa ini karena seorang pemilik rumah bernama Hanisch yang Yahudi membantu menjual lukisan kartuposnya.</p>
<p>Bulan Mei 1913 Hitler mendapatkan sedikit warisan ayahnya dan pindah ke München. Dalam <em>Mein Kampf </em>dia menyatakan bahwa dia sangat merindukan untuk tinggal di sebuah kota Jerman. Di München Hitler semakin tertarik dengan tulisan-tulisan rasis Houston Stewart Chamberlain. Pindah ke München membantunya juga lari dari wajib militer Austria dan ditangkap oleh tentara Austria. Setelah tes kesehatan dimana tingginya hanya 173 cm, pendek untuk ukuran Eropa, Hitler dianggap tak cocok berdinas dan diperbolehkan kembali ke München. Namun bulan Agustus 1914 ketika Jerman memasuki Perang Dunia ke I Hitler mendaftar di ketentaraan Bayern.</p>
<p><strong>Perang Dunia Pertama</strong></p>
<p>Hitler bertugas di Perancis dan Belgia pada resimen cadangan infantri Bayern ke 16 sebagai pengirim pesan dimana dia sangat rentan akan tembakan musuh. Hitler juga menggambar kartun dan gambar bagi koran tentara. Dua kali Hitler diberi medali atas kehormatannya bulan Desember 1915 dengan salib besi kelas dua dan bulan Agustus 1918 Salib besi kelas satu, suatu penghargaan yang jarang diberikan pada kopral. Bulan Oktober 1916 di Perancis Utara Hitler terluka dan awal Maret 1917 kembali lagi ke garis depan.</p>
<p>Hitler dianggap sebagai tentara yang patuh namun tak populer diantara rekan-rekannya sendiri karena terlalu patuh. &#8220;Hormati yang diatas, jangan bersengketa dengan siapapun dan menurut tanpa banyak tanya&#8221;, ketika ditanya dalam pengadilan atas Beer Hall Putsch tahun 1924.</p>
<p>Tanggal 15 Oktober 1918 sebelum perang berakhir Hitler masuk rumah sakit karena matanya terserang gas beracun. Penelitian terbaru menunjukan bahwa kebutaan sementara yang dialami Hitler adalah reaksi histeris atas kalahnya Jerman.</p>
<p>Hitler dirawat oleh psikiater militer yang melaporkan bahwa ‘Kopral ini tak cocok memerintah orang’ dan ‘psikotik berbahaya’. Komandannya pada saat itu mengatakan bahwa dia tak akan mempromosikan orang histeris ini.</p>
<p>Selama perang Hitler menjadi patriot Jerman walau baru menjadi warga negara Jerman tahun 1932. Hitler tekejut akan kekalahan Jerman dalam Perang Dunia ke I dimana sebagian besar rakyat Jerman sulit juga mempercayainya. Layaknya banyak nasionalis Jerman lainnya Hitler menyalahkan politisi sipil (seringkali Hitler sebut dengan pengkhianat bulan November-<em>November Verbrecher) </em>atas kekalahan ini. Perjanjian Versailles dianggap sangat memalukan bagi Jerman, hal inilah yang dianggap banyak sejarawan sebagai faktor yang menyebabkan bangkitnya Hitler. <strong>Asal mula partai Nazi</strong></p>
<p>Setelah perang usai Hitler tetap berada di Angkatan Bersenjata dan terlibat dalam penumpasan revolusi sosial. Hitler mengambil kursus ‘pemikiran nasional’ oleh Departemen Pendidikan dan Propaganda di grup <em>Reichswehr </em>Bayern, Markas ke 4 di bawah pimpinan Kapten Mayr. Tujuan kelompok ini adalah untuk mencari kambing hitam atas kekalahan perang. Kambing hitamnya adalah ‘Yahudi Internasional’, komunis dan politisi yang terkait dengannya.</p>
<p>Atas kecerdasan dan kemampuan oratornya bulan Juli 1919 Hitler ditunjuk menjadi <em>V-Mann </em>(<em>Verbindungsmann</em>, mata-mata polisi) dari ‘komando pencerahan’ oleh <em>Reichswehr</em>, yang bertujuan mempengaruhi tentara yang satu pemikiran dan menyusup partai nasionalis kecil, Partai Buruh Jerman (<em>Deutsche Arbeiter Partai</em>). Tanggal 12 September Hitler menghadiri pertemuan partai dan mendengarkan ceramah berjudul ‘Bagaimana menghancurkan kapitalisme ?’. Di akhir pidato seorang pendengar membuat marah Hitler dan Hitler berpidato mengenai kesatuan Jerman. Hal ini memikat para pendiri partai yang ingin menggunakan bakat pidatonya</p>
<p>yang mulai muncul. September 1919 Hitler menjadi anggota Partai. Disini Hitler bertemu dengan Dietrich Eckart, seorang anti Yahudi dan pendiri partai.</p>
<p>Hitler berhenti menjadi tentara tahun 1920 dan mulai sibuk dalam partai dan merubah nama partainya menjadi <em>Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei</em>, NSDAP atau dikenal dengan akronim Nazi.</p>
<p>Bakat pidato dan persuasif Hitler berkembang. Pidato jalanannya yang menyerang Yahudi, sosialis, liberal, kapitalis dan komunis mulai mendapat banyak pendukung. Pengikut pertama termasuk Rudolf Hess, Hermann Göring, dan Ernst Röhm, kepala organisasi paramiliter Nazi, SA (<em>Sturm Abteilung</em>). Pengikut lainnya adalah Jendral Ludendorff. Hitler menggunakan Ludendorff untuk melakukan kudeta di München dalam kudeta yang bernama ‘Beer Hall Putsch’ pada tanggal 8 November 1923 yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Bayern.</p>
<p><strong>Latar belakang dan kejadian </strong><strong><em>Beer Hall Putsch</em></strong><strong>.</strong></p>
<p><em>Beer Hall Putsch </em>terjadi pada hari Kamis tanggal 8 November 1923 ketika ketua partai Nazi, Adolf Hitler dan Jendral Erich Ludendorff, serta beberapa pemimpin lainnya mencoba untuk mengkudeta pemerintahan di München, Bayern. Namun latarnya dapat dirunut sampai awal tahun 1923 ketika Perancis menyerbu Jerman menduduki distrik Ruhr dan mengambil beberapa kota di <em>Rheinland</em>. Walau diprotes negara-negara lain Perancis tak bergeming malah berusaha mempengaruhi penduduk didaerah pendudukannya dengan propaganda anti Jerman dan pemisahan Rhein menjadi negara Rhenania. Jerman tentu tak dapat membela diri dari serangan ini karena militernya lumpuh. Propaganda Perancis begitu intens dengan sokongan dana melimpah, para penghasut pun dibayar. Pada waktu yang sama gerakan yang mirip muncul di Bayern agar memisahkan diri dari Jerman dan mendirikan negara monarki Katolik di bawah kekuasaan Perancis. Propaganda di <em>Rheinland </em>semakin intens bahkan beberapa politisi Jerman sampai berpendapat bahwa jika <em>Rheinland </em>berpisah maka Jerman bisa tawar menawar soal biaya ganti rugi akibat perjanjian Versailles. Di Bayern arahnya lebih jauh, jika Bayern berpisah maka akan bergabung dengan Jerman Austria Katolik di bawah raja monarki Habsburg. Sehingga sebuah blok Katolik akan muncul dari <em>Rheinland </em>sampai Bayern dan Lembah sungai Donau (Danube) dimana semuanya di bawah hegemoni Perancis. Diplomasi Perancis memang mengarahkan untuk memecah belah Jerman. Kehancuran Jerman ketika perang usai menurut pandangan Hitler, disalahkan kepada pemerintahan pusat yang berkhianat.</p>
<p>Pada bulan September Hitler memerintahkan 15.000 pasukan serbunya (SA) dan mengumumkan bahwa tanggal 23 September 1923 dia akan mengedakan pertemuan besar-besaran di 14 tempat. Hal ini membuat Perdana Menteri Bayern Eugen Ritter von Knilling mengumumkan keadaan darurat dan menunjuk Gustav von Kahr sebagai komisaris Polisi Bayern, Kolonel Polisi Bayern Hans von Seisser, dan Jendral Angkatan Bersenjata Otto von Lossow sebagai diktator atau disebut triumvirat untuk menjaga tata tertib.</p>
<p>Hitler dengan pemimpin lainnya mencari ketiga orang tersebut dan mencoba meyakinkan mereka agar maju ke Berlin dan mengambil kekuasaan. Sebelum triumvirat ada, Hitler bahkan menelpon Von Kahr setiap hari untuk membujuknya. Von Kahr ingin mengembalikan monarki dan Hitler ingin menjadi diktator. Keduanya sulit mencapai titik temu.</p>
<p><strong><em>Putsch</em></strong></p>
<p>Akhirnya Hitler yang merasa tak cocok dengan Von Kahr mulai memimpin kudeta sendiri. Hitler berencana menduduki München sebagai dasar untuk menggoyang pemerintahan Republik Weimar di Berlin. Istilah Beer Hall sendiri merupakan kedai besar yang banyak terdapat di kota­kota di selatan Jerman dimana ratusan orang berkumpul malam hari untuk minum bir dan menyanyi. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat pertemuan politis. Salah satu Beer Hall yang terbesar di München adalah <em>Bürgerbräu Keller </em>dimana kudeta ini dimulai. Kemudian Hitler bersama sepasukan SA maju menuju <em>Bürgerbräu Keller</em>, sebuah kedai bir di München dimana Von Kahr akan berpidato di depan 3000 orang. Dalam kegelapan malam, 600 anggota SA mengepung <em>Beer Hall </em>dan sebuah senapan mesin diarahkan ke pintu depan kedai. Adolf Hitler, yang berjalan bersama Hermann Göring, Alfred Rosenberg, Rudolf Heß, dan Ulrich Graf menyerbu ruangan pada pukul 20:30 malam dan menembakan tembakan ke langit-langit sambil berteriak;</p>
<p>&#8220;<em>Revolusi nasional telah pecah! Ruangan ini berisi enam ratus orang. Tak ada yang boleh</em></p>
<p><em>pergi. Pemerintah Bayern dan pemerintah pusat di Berlin telah digulingkan. Pemerintahan</em></p>
<p><em>baru akan terbentuk. Barak Reichswehr (tentara) dan polisi telah diduduki. Semuanya</em></p>
<p><em>telah mendukung swastika.&#8221;</em></p>
<p>Dengan todongan senjata,Hitler memaksa von Kahr, von Seisser, dan von Lossow, untuk masuk ke sebuah ruangan dan memaksa mereka mendukung rencananya untuk maju ke Berlin atau mereka akan di tembak. Hitler kira akan mendapat persetujuan dengan cepat. Ketika hal itu tak terjadi, Hitler mulai memohon dan merengek pada tahanannya.</p>
<p>Ketika penyanderaan, waktu diisi dengan pidato dan tak ada seorang pun yang diperbolehkan pergi dan rombongan Hitler mengambil Perdana Menteri von Knilling dan kabinetnya sebagai sandera.</p>
<p>Sementara itu dua orang diminta menjemput Laksamana Ludendorff yang prestasinya pada Perang Dunia I digunakan Nazi untuk meningkatkan gengsi. Ludendorff muncul pukul 20:40 lalu Hitler menelepon Ernst Röhm, yang menunggu dengan serombongan pasukan SA di <em>Löwenbräukeller</em>, <em>Beer Hall </em>yang lain lalu memerintahkannya untuk mengambil alih gedung penting di kota. Pada saat bersamaan pula yang lain memobilisasi mahasiswa untuk menguasai bangunan lainnya.</p>
<p>Seketikanya tiba, Ludendorff didesak memasuki ruangan untuk membantu Hitler mendesak ketiga sandera untuk menuruti kemauannya. Tekanan semakin meningkat dan ketiga orang tersebut akhirnya menyerah. Mereka masuk ke ruangan , berpidato, lalu semua orang boleh keluar. Sebuah kesalahan taktis dibuat oleh Hitler, dia meninggalkan <em>Bürgerbräu Keller </em>untuk mengendalikan krisis di tempat lain. Pukul 22:30 Ludendorff melepaskan Von Kahr serta sandera lainnya.</p>
<p>Malam itu menjadi sebuah kebingungan ketika pegawai pemerintahan, angkatan bersenjata dan polisi bingung menentukan kemana harus menurut. Sekelompok <em>Kampfbund </em>mulai bergerak untuk mempersenjatai diri dan menguasai gedung-gedung.</p>
<p>Pukul tiga pagi korban kudeta mulai jatuh ketika garnisun lokal <em>Reichswehr </em>melihat anak buah Röhm keluar dari <em>Beer Hall</em>. Mereka disergap ketika menuju barak <em>Reichswehr</em>. Lalu seluruh perwira <em>Reichswehr </em>menyalakan alarm bagi seluruh garnisun dan memanggil bala bantuan. Kemudian sebuah daftar orang-orang Yahudi yang terkenal muncul dan SA diharuskan menangkap mereka. Tindakan teror dan vandalisme dilakukan kepada Yahudi. Beberapa di tangkap dan yang lainnya kabur. Beberapa staf kedutaan asing di tahan di ruangan hotel mereka atau di rumah.</p>
<p>Subuh, Hitler memerintahkan balaikota München dikuasai. Lalu Hitler mengirimkan kurir kepada ketua <em>Kampfbund</em>, Max Neunzert, untuk meminta bantuan Pangeran Rupprecht dari Bayern untuk menjadi mediator antara von Kahr dan para penggagas kudeta. Neunzert gagal.</p>
<p>Pagi tanggal 9 kudeta ternyata tak seperti yang diharapkan dan Hitler putus asa. Mereka tak tahu harus apa dan ingin menyerah. Pada saat inilah Ludendorff berteriak, &#8220;Wir marschieren!&#8221; (Kita berbaris!) lalu anak buah Röhm bersama dengan Hitler (2000 orang) berbaris tanpa arah yang jelas. Kemudian Ludendorff mengarahkan mereka ke kementrian pertahanan Bayern. Namun di <em>Odeonsplatz </em>di depan <em>Feldherrenhalle</em>, mereka berhadapan dengan kekuatan 100 tentara yang memblok jalan di bawah perintah Letnan Polisi senior Baron Michael von Godin. Kedua kelompok saling menembak, membunuh empat polisi dan empat belas pelaku kudeta. Hitler dan Hermann Göring terluka. Mereka yang tewas di pihak Hitler muncul namanya dalam pendahuluan buku Mein Kampf, Jilid Pertama ini.</p>
<p>Polisi mengetahui kudeta ini dari dua detektif polisi yang berada di depan <em>Löwenbräukeller</em>. Laporan ini sampai ke telinga Mayor Sigmund von Imhoff. Dia lalu memanggil unit polisi hijau dan menguasai kantor telegraf pusat serta kantor telepon. Namun tindakan pentingnya adalah memberitahu Mayor Jendral Jakob von Danner, komandan <em>Reichswehr </em>München. Jakob sebagai aristokrat sejati membenci Hitler dan kelompok perusuhnya. Jakob lalu berkeinginan untuk memadamkan kudeta. Jendral Danner lalu membuat pos komando di barak infantri ke 19 dan memanggil semua unit militer. Sementara itu Kapten Karl Wild yang akhirnya mengetahui kudeta memobilisasi tentara untuk menjaga gedung pemerintahan dengan perintah tembak di tempat. Pukul 23:00, von Danner bersama Jendral Adolf von Ruith dan Jendral Baron Friedrich Kress von Kressenstein menolak perintah Jendral Lossow untuk membiarkan kudeta. Saat bersamaan pula satu anggota kabinet yang tidak ada di Bürgerbräu Keller, Franz Matt, wakil perdana menteri dan menteri pendidikan serta budaya juga seorang katolik sejati sedang makan malam dengan Michael Cardinal von Faulhaber dan Papal Nuncio, Monsignor Eugenio Pacelli, (kemudian menjadi Paus Pius XII) ketika mengetahui kudeta terjadi. Matt lalu mencoba membuat pemerintahan di pengasingan, kalau kudeta berhasil, dan memanggil semua polisi, angkatan bersenjata dan</p>
<p>pegawai pemerintahan agar setia pada pemerintahan. Apa yang mereka semua lakukan menggagalkan kudeta.</p>
<p><strong>Kesudahan</strong></p>
<p>München dilanda kerusuhan setelah tembak menembak di Feldernhalle. Pada hari Sabtu 4000 mahasiswa dari Universitas München berbaris menuju Feldherrnhalle untuk mengamuk, amuk massa berlangsung sampai hari senin sampai mereka mengetahui bahwa Hitler ditahan. Von Kahr dan von Lossow dijuluki &#8220;Judas&#8221; dan &#8220;Pengkhianat&#8221;.</p>
<p>Tiga hari setelah kudeta Hitler di tahan dan didakwa dengan pengkhianatan. Kaki tangannya di tangkap pula sementara yang lolos lari ke Austria. Markas Partai Nazi di serbu dan koran propagandanya, <em>Völkischer Beobachter </em>dilarang<em>.</em></p>
<p>Pengadilan di mulai tanggal 26 Februari 1924ketika Hitler bersama Hess di hukum lima tahun di <em>Festungshaft </em>(penjara benteng) Landsberg am Lech. &#8220;Festungshaft&#8221; merupakan jenis penjara tanpa kerja paksa, sel yang nyaman dan membolehkan tahanan menerima tamu berjam-jam tiap hari. Keputusan itu merupakan hukuman umum bagi mereka yang hakim anggap bertindak atas motiv yang sesat.</p>
<p>Selama pengadilannya pada bulan April 1924 membiarkan Hitler berpidato di ruang sidang. Pidatonya yang berisikan nasionalisme dan sentimen negatif memikat hati massa. Kalimat yang paling terkenal dari pidato ini adalah ‘tak ada pengkhianatan bagi pengkhianat tahun 1918’. Usaha kudetanya mengganjarkan Hitler lima tahun penjara di Landsberg dimana para penjaga penjara memperlakukannya dengan sangat baik dan ratusan pucuk surat dari banyak pengagum dilayangkan kepada Hitler pada masa ini. Selama di Landsberg pula Hitler mendiktekan buku <em>Mein Kampf </em>pada wakil setianya, Rudolph Hess. Jilid pertama berjudul <em>Abrechnung </em>(pembalasan) kemudian diterbitkan dan menjadi ideologi partai Nazi.</p>
<p>Karena dianggap tak berbahaya Hitler diberikan amnesti dan dibebaskan bulan Desember 1924. 16 orang anggota partai Nazi yang tewas di <em>Feldherrnhalle </em>diabadikan namanya dalam pendahuluan buku Mein Kampf  ini. .</p>
<p><strong>Jalan menuju kekuasaan</strong></p>
<p>Jalan bagi Hitler makin lapang dengan depresi ekonomi tahun 1930 yang menghantam Jerman. Republik Weimar sendiri tak pernah bisa tenang memerintah karena ditentang kaum konservativ dan fasis. Partai Sosial Demokrat dan partai lainnya tak mampu menanggulangi krisis ekonomi. Pada bulan September 1930 partai Nazi tiba-tiba mendapatkan 18% dan 107 kursi di <em>Reichstag, </em>menjadi partai kedua terbesar di Jerman. Hitler memikat rakyat jelata dan kelas menengah yang menderita akibat krisis ekonomi. Sementara kelas buruh dan kota-kota di daerah Ruhr tak begitu suka pada Hitler.</p>
<p>Pada pemilu tahun 1932 Hitler bersaing dengan Hindenburg dalam posisi presiden. Hitler mendapatkan 35% suara pada bulan April namun kalah dari Hindenburg.</p>
<p>Hindenburg membubarkan pemerintahan, menunjuk Franz von Papen menjadi kanselir dan pemilu <em>Reichstag </em>diadakan lagi. Pada bulan Juli 1932 Nazi mendapatkan 230 kursi dan menjadi partai terbesar di Reichstag. Setelah mosi tidak percaya sebanyak 84% menjungkalkan von Papen, <em>Reichstag </em>dibubarkan dan pemilu diadakan lagi.</p>
<p>Papen dan Partai tengah (<em>Zentrumspartei</em>) mulai negosiasi mengenai peran Nazi dalam pemerintahan baru namun Hitler memasang harga mahal, meminta posisi Kanselir dan kekuasaan dari Presiden agar bisa menggunakan kekuatan darurat. Penawaran Hitler ditolak, dan kegagalan Nazi untuk memikat kelas Buruh membuat Nazi semakin diasingkan. Pada bulan November 1932 Nazi kehilangan kursi walau tetap menjadi partai terbesar di <em>Reichstag</em>. Karena Papen gagal menjadi mayoritas, Hindenburg memecatnya dan menunjuk Jendral General Kurt von Schleicher, yang menjanjikan bahwa dia dapat menjadi mayoritas dengan bernegosiasi pada Serikat buruh Sosial Demokrat dan fraksi buangan Nazi yang dipimpin oleh Gregor Strasser.</p>
<p>Papen dan Alfred Hugenberg (Ketua Partai Nasionalis Rakyat Jerman, DNVP yang sebelum Nazi berdiri adalah partai sayap kanan utama) bersekongkol untuk membujuk Hindenburg agar menunjuk Hitler menjadi kanselir dengan sokongan DVNP dengan janji bahwa mereka dapat mengendalikan Hitler. Ketika Schleicher terpaksa mengakui kegagalannya membentuk koalisi dan meminta Hindenburg agar membuat pemilu lagi maka Hindenburg memecatnya dan menunjuk Hitler sebagai kanselir, Papen sebagai wakil Kanselir dan Hugenberg sebagai menteri Ekonomi dalam sebuah kabinet yang hanya akan memuat tiga menteri dari Nazi, Hitler, Göring dan Wilhelm Frick. Tanggal 30 Januari 1933 Hitler resmi disumpah sebagai kanselir di depan <em>Reichstag</em>.</p>
<p>Pemilu bulan Maret 1933 menyumbangkan 43,9% suara bagi Nazi. Nazi akhirnya menguasai <em>Reichstag </em>berkoalisi dengan DNVP.</p>
<p>Kemudian gedung <em>Reichstag </em>terbakar dan kaum komunis disalahkan, Undang-undang kemungkinan memberikan Hitler kekuasaan diktator, membuat Hitler dapat mendepak orang­orang komunis. Di bawah Undang-Undag ini (<em>Enabling act</em>) kabinet Nazi memiliki kekuasaan untuk legislasi layaknya <em>Reichsta</em>g sendiri. Undag-undang ini menyebutkan bahwa kabinet hanya dapat menyetujui peraturan yang diberikan oleh Kanselir (Hitler) dan akan kadaluwarsa setelah empat tahun atau jika ada pemerintahan baru. Undang-undang ini terus diperbaharui walau kemudian Perang Dunia II terjadi.</p>
<p>Serangkaian Dekrit muncul kemudian. Partai-partai lain ditekan dan oposisi dilarang. Dalam hanya beberapa bulan Hitler memiliki kekuasaan mutlak. Tanggal 2 Agustus 1934 Presiden Paul von Hindenburg wafat. Bukannya membuat pemilihan Presiden, kabinet Hitler membuat aturan baru dimana Hitler merangkap kedua jabatan (Presiden dan Kanselir). Lalu Hitler pun meminta semua anggota militer bersumpah setia padanya.</p>
<p>Dengan menguasai seluruh Jerman tanpa mandat langsung rakyat, Hitler semakin didukung dan populer sampai akhir hayatnya. Bakat pidato dan penguasaan media yang mutlak oleh Menteri Propagandanya, Dr. Joseph Goebbels, rakyat Jerman dicekoki informasi bahwa dia adalah penyelamat bangsa dari Depresi ekonomi, perjanjian Versailles yang merugikan dan tentu saja, Yahudi.</p>
<p>Hitler membangun industri dan sipil Jerman kebanyakan didasarkan oleh hutang dan pelebaran militer. Kebijakan Nazi pada wanita menganjurkan mereka untuk tinggal di rumah dan membesarkan anak. Tingkat pengangguran menurun drastis, karena produksi senjata. Sekilas ekonomi Jerman pulih terlihat dari propaganda yang ada. Hitler juga mengembangkan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Jerman dengan membangun belasan bendungan, jalan tol, rel kereta api dan bangunan lainnya. Kebijakan Hitler ditekankan pada pentingnya kehidupan keluarga.</p>
<p>Dalam bidang arsitektur Jerman berkembang dimana Albert Speer menjadi arsitek terkenalnya. Pada tahun 1936 Berlin menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas yang dibuka oleh Hitler dan menampilkan kehebatan superioritas Arya diatas ras lainnya.</p>
<p><strong>Represi</strong></p>
<p>Bagi mereka yang tak setuju dengan kebijakan Hitler maka SA, SS dan <em>Gestapo </em>(polisi rahasia negara) diberi kebebasan bertindak. Ribuan orang menghilang di kamp konsentrasi, ribuan berpindah ke luar Jerman termasuk setengah populasi Yahudi Jerman.</p>
<p>Tahun 1934 pasukan paramiliter SA pimpinan Ernst Röhm tak disukai sebagian besar kelompok militer dan politisi berpengaruh di Jerman. Hitler lalu menugaskan Himmler untuk membunuh Röhm dan belasan ‘calon’ musuh yang potensial pada tanggal 29-30 Juni 1934 yang dikenal dengan <em>Nacht der langen Messer</em>.</p>
<p>Di bawah Undang-Undang Nürnberg tahun 1935 Yahudi kehilangan kewarganegaraan mereka dan dipecat dari seluruh posisi pejabat publik, pekerjaan dan seluruh bentuk kegiatan ekonomi. Yahudi menjadi sasaran propaganda kebencian. Pelarangan semakin diperketat khususnya pada operasi anti Yahudi pada tahun 1938 yang disebut dengan <em>Kristallnacht</em>. Dari tahun 1941 Yahudi harus memakai tanda bintang kuning jika keluar rumah. Diantara bulan November 1938 dan September 1939 lebih dari 180.000 Yahudi kabur dari Jerman dan Nazi mengambil apapun yang mereka tinggalkan.</p>
<p><strong>Militerisasi</strong></p>
<p>Bulan Maret 1935 Hitler melanggar perjanjian Versailles dengan membuat wajib militer. Industri militer dibangun. Wajib militer tampaknya menyelesaikan masalah ekonomi namun sebenarnya malah merusak.</p>
<p>Daerah <em>Rheinland </em>diduduki tahun 1936, sebagai pelanggaran lanjutan atas perjanjian Versailles. Perancis dan Inggris tak melakukan apapun. Ketika perang sipil Spanyol bulan Juli 1936 pecah, Hitler mendukung Jendral Franco yang melawan pemerintahan terpilih Spanyol. Spanyol lalu menjadi lahan percobaan senjata baru Jerman yang meluluh lantakan kota Guernica pada bulan April 1937.</p>
<p>Jerman bersekutu dengan Italia dengan dikator Fasis Benito Mussolini pada tangal 25 Oktober 1936. Aliansi ini dikembangkan dengan memasukan Jepang, Hungaria, Romania dan Bulgaria. Lalu pada tanggal 5 November 1937 Hitler mengadakan pertemuan rahasia dan menyatakan rencananya untuk mendapatkan ‘tempat tinggal’ (<em>Lebensraum</em>) bagi rakyat Jerman.</p>
<p><strong>Holocaust</strong></p>
<p>Selama tahun 1942 dan 1945 SS yang dibantu kolaborator pemerintahan dari negara yang diduduki secara sistematis membunuh 11 juta manusia dimana 6 juta diantaranya adalah Yahudi di kamp konsentrasi, ghetto dan eksekusi massal. Selain Yahudi, komunis, lawan politik, homoseksual, pendeta yang menentang, orang cacat mental dan fisik, tahanan perang Soviet, ilmuwan Polandia, Saksi Yehova, serikat buruh dan pasien psikiater di bunuh juga. Pembantaian massal ini di sebut dengan Holocaust.</p>
<p>Pembantaian dengan istilah <em>Endlösung </em>ini direncanakan oleh Nazi, terutama oleh Himmler sebagai pemimpin SS. Walau tak ada dokumentasi bahwa Hitler mensahkan pembunuhan massal, ada dokumentasi bahwa Hitler menyetujui pasukan tambahan (<em>Einsatzgruppen) </em>dan ada bukti bahwa pada musim gugur 1941 secara prinsip Hitler menyetujui pembantaian massal dengan kamar gas.</p>
<p>Untuk mempermulus rencana pembantaian massal (khususnya Yahudi) konferensi <em>Wansee </em>di luar Berlin diadakan pada tanggal 20 Januari 1942 dihadiri limabelas perwira senior dan dipimpin oleh Reinhard Heydrich dan Adolf Eichmann. Dokumen pertemuan ini menjadi bukti kuat bahwa Holocaust telah direncanakan. Pada tanggal 22 Februari, tercatat ucapan Hitler ketika berbicara pada rekannya: ‘Kita akan sehat dengan membasmi Yahudi’.</p>
<p><strong>Perang Dunia ke II</strong></p>
<p>Tanggal 12 Maret 1938 Hitler menekan Austria agar bersatu dengan Jerman. Lalu krisis diciptakan pada daerah <em>Sudetenland </em>di Cekoslowakia yang memiliki banyak warga Jerman. Hal ini memicu perjanjian München pada bulan September 1938 dimana Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain hadir. Di München, Inggris dan Perancis menuruti keinginan Hitler, menghindari perang namun gagal menyelamatkan Cekoslowakia. Hasil pertemuan ini menobatkan Hitler menjadi <em>Man ofthe Year</em>tahun 1938 oleh majalah TIME.</p>
<p>Hitler memerintahkan tentara Jerman memasuki Praha tanggal 10 Maret 1939, mengambil daerah yang dimiliki Polandia di bawah perjanjian Versailles. Inggris tak mampu membuat perjanjian dengan Soviet mengenai persekutuan dengan Jerman dan tanggal 23 Agustus 1939 Hitler membuat perjanjian rahasia anti saling serang (Molotov-Ribbentrop) dengan Stalin.</p>
<p>Tanggal 1 September Jerman menyerbu Polandia dan Inggris beserta Perancis yang menjamin keamanan Polandia menyatakan perang pada Jerman. Setelah Polandia dikuasai, Hitler semakin membangun tentaranya yang disebut dengan <em>Sitzkrieg </em>(perang duduk). <em>Sitzkrieg </em>berakhir bulan Maret 1940 dimana tentara Jerman menyerbu Denmark dan Norwegia. Bulan Mei 1940 Hitler memerintahkan tentaranya menyerbu Perancis,Belanda,Luxemburg dan Belgia. Perancis menyerah bulan Juni 1940.</p>
<p>Kemenangan ini meyakinkan Mussolini untuk bergabung dengan Hitler. Inggris yang tersudut di Dunkirk, Perancis bertempur sendirian. Setelah penawaran damai Hitler di tolak pemerintah Inggris yang dipimpin oleh Winston Churchill, Hitler memerintahkan Inggris di bom. Namun RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) mengalahkan <em>Luftwaffe </em>akhir Oktober 1940. Kemudian London dan Coventry di bom habis-habisan pada malam hari sampai bulan Mei 1941.</p>
<p>Tanggal 22 Juni 1941 Hitler memerintahkan tiga juta tentara Jerman menyerbu Uni Soviet, melanggar pakta dengan Stalin. Invasi bernama <em>Operation Barbarossa</em>, membuat Jerman memiliki banyak daerah penjajahan, khususnya daerah Baltik dan Ukraina. Tentara Soviet hancur. Jerman hanya terhenti di Moskow setelah tentara Soviet melawan habis-habisan.</p>
<p><strong>Kekalahan</strong></p>
<p>Hitler menyatakan perang melawan Amerika Serikat pada tanggal 11 Desember 1941 sehingga Jerman melawan kerajaan terbesar di dunia (Inggris), kekuatan industri dan keuangan terbesar (Amerika Serikat) dan negara terbesar (Uni Soviet).</p>
<p>Akhir tahun 1942 Jerman dikalahkan di pertempuran El Alamein, menghancurkan rencana Hitler menguasai selat Suez dan Timur Tengah. Februari 1943, pertempuran Stalingrad yang melelahkan menyebabkan tentara Jerman dihancurkan Soviet. Kekalahan ini menjadi titik balik perang. Setelah ini kualitas penilaian militer Hitler menjadi tak teratur dan ekonomi Jerman morat-marit. Kesehatan Hitler juga turun, tangan kirinya bergetar karena Parkinson.</p>
<p>Benito Mussolini dijungkirkan tahun 1943 setelah Amerika Serikat menyerbu Sisilia. Selama tahun 1943 dan 1944 tentara Soviet mendesak Jerman di fron timur sementara tanggal 6 Juni 1944 Amerika Serikat dan Inggris mendarat di Normandy, Perancis. Beberapa pejabat Jerman tahu bahwa kekalahan diambang mata dan mencoba menyingkirkan Hitler. Bulan Juli 1944 beberapa</p>
<p>perwira mencoba meletakan bom di tempat Hitler rapat namun Hitler selamat dan para perencana beserta 4000 orang lainnya yang dibelakang percobaan pembunuhan ini di eksekusi. <strong>Kematian</strong></p>
<p>Akhir tahun 1944, Jerman terjepit oleh Soviet dan Amerika Serikat. Jerman telah kalah perang secara militer namun Hitler melarang pembicaraan damai dengan Sekutu.</p>
<p>Bulan April 1945 Berlin sudah dicapai Soviet dan tanggal 23 April 1945, 400 tentara batalyon komunikasi Hitler desersi. Maka Hitler pun terpaksa mengandalkan berita dari kantor berita musuh seperti BBC dan Reuters. Perwira-perwira terdekat Hitler menganjurkan Hitler agar kabur ke Austria atau Bayern untuk berjuang habis-habisan di pegunungan, namun Hitler menolak. Pemimpin SS, Himmler lalu mencoba menginformasikan sekutu bahwa Jerman siap menyerah lewat bantuan diplomat Swedia. Hal ini didengar Hitler dan Himmler dipecat dari jabatannya.</p>
<p>Ketika pertempuran Berlin hanya rumah demi rumah lagi, tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri bersama kekasih yang jadi istrinya selama sehari, Eva Braun dengan menggigit kapsul sianida sambil menembak kepalanya sendiri. Tubuh mereka di bakar di halaman kantor kanselir.</p>
<p>Namun tubuh Hitler tak sepenuhnya hancur, tentara Soviet yang tiba mengambil sisa-sisa jenasahnya dan dengan menggunakan identifikasi gigi mengkonfirmasi sisa tubuh tersebut. Untuk menghindari pemujaan, sisa tubuh mereka dikubur di kota Magdeburg. Tahun 1970 sisa tubuh mereka digali lagi dan dibakar, lalu abunya di buang di sungai Elbe. Di Moskow masih ada sisa tengkorak dan sebagian tulang yang dikatakan adalah bagian tubuh Hitler. Dari tes DNA dapat diketahui bahwa tengkorak itu asli.</p>
<p>Dalam wasiatnya Hitler memecat pemimpin Nazi lainnya dan menunjuk Laksamana Karl Dönitz sebagai <em>Reichspräsident </em>(Presiden Jerman) dan Goebbels sebagai <em>Reichskanzler </em>(Kanselir). Namun Goebbels hanya menjadi kanselir selama sehari karena keesokan harinya 1 Mei 1945 setelah ke enam anak mereka di bunuh, Goebbels bersama istri bunuh diri dan mayat mereka di bakar. Tanggal 8 Mei 1945 Jerman menyerah tanpa syarat pada sekutu di Reims, Perancis. Kekaisaran seribu tahun Hitler hanya bertahan dua belas tahun. Seluruh gelora kebencian dan perang berakhir dalam puing-puing. Jerman dikuasai sekutu dan perang dingin dimulai.</p>
<p><strong>C. Perang Dunia I</strong></p>
<p>Kejadian-kejadian di bawah ini melatarbelakangi pecahnya Perang Dunia I serta mengarah kepada pembentukan keadaan sosial politik di Jerman, Austria Hungaria dan Eropa yang menjadi latar belakang buku <em>Mein Kampf </em>ini. Susunan kejadian disusun secara kronologis dan berakhir pada terpilihnya Hitler menjadi penguasa Jerman. Apa yang terjadi setelah Hitler berkuasa tahun 1933 dapat dilihat pada biografi singkat Hitler.</p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Perang Dunia I merupakan konflik yang berlangsung dari tahun 1914-1918. Dalam perang ini senjata kimia digunakan pertama kali dan pemboman masal sipil dilakukan, beberapa pembantaian masal juga dilakukan. Konflik berdarah pertama abad 20 ini melibatkan mobilisasi tentara yang intens serta front peperangan yang luas. Perang Dunia Pertama juga merubah wajah Eropa. Dinasti-dinasti seperti Habsburg, Romanov, dan Hohenzollern yang telah mendominasi perpolitikan Eropa dan berakar sampai ke awal Perang Salib hancur dalam perang 4 tahun ini. Kebanyakan kejadian besar di abad 20 menemukan ujungnya di Perang ini, dari bangkitnya komunisme Perang Dunia ke 2 sampai Perang Dingin.</p>
<p>Rusia juga merasakan efeknya, dengan revolusi 1917. Revolusi yang menjadi embrio perang dingin. Kekalahan Jerman dan kegagalan menyelesaikan permasalahan sesudah perang melahirkan Nazi dan penyebab Perang Dunia II pada tahun 1939. Perang ini juga kejam dan tak pandang bulu dalam memangsa korbannya, tak ada lagi perang terhormat karena semua cara digunakan. 9 juta nyawa melayang dalam perang ini dan lebih banyak yang mati karena kelaparan. Apa penyebab penderitaan ini?.</p>
<p>Tanggal 28 Juni 1914 Franz Ferdinand, Pangeran Austria dan pewaris takhta Austria-Hungaria dibunuh di Sarajevo oleh Gavrilo Princip, seorang mahasiwa Bosnia Serbia. Walau pemicunya adalah pembunuhan ini, akarnya bisa dilacak sampai Revolusi Perancis seabad sebelumnya.</p>
<p>Akhir abad ke 17 masyarakat Perancis berada di ujung revolusi. Monarki mengatur Perancis dengan absolut. Kelas masyarakatnya jelas, Raja dan bangsawan di atas, gereja di tengah dan rakyat paling bawah. Kelas sosial baru tercipta, kaum Borjuis (bangsawan). Kelas menengah baru merupakan pe-reformasi masayarakat Perancis yang ingin diperlakukan sama dengan para</p>
<p>bangsawan. Perancis juga bermasalah secara ekonomi. Sejak Louis XIV, Perancis kehabisan uang untuk perang. Kelas menengah marah karena pajak semakin mencekek kecuali bagi kaum aristokrat. Usaha untuk membantu ekonomi Perancis menjadi perang Benua Eropa. Revolusi Perancis menjadi kekacauan dan Napoleon berkuasa, tentaranya merambah Eropa memaksakan ide-ide Perancis. Perang Napoleon pun pecah. Ide nasionalisme dan rasa cinta pada rakyat mulai muncul pada saat ini. Napoleon mulai mengambil ide ini untuk memperbaiki mesin perang Perancis. Warga Perancis mulai bangga akan budaya dan etnik mereka. Pertama kali dunia melihat Nasionalisme dan melihat apa yang Perancis raih dari nasionalisme itu. Seluruh Eropa pun terpikat pada pesona Nasionalisme. Kongres Wina 1815 kemudian hadir dan dihadiri para pemenang perang Napoleon: Inggris, Prussia (sebelum menjadi Jerman), Rusia dan Austria. Tokoh pentingnya adalah wakil Austria, Klemens von Metternich. Metternich mencoba membalikan keadaan Eropa seperti sebelum Revolusi Perancis. Dia meminta Eropa untuk memiliki keseimbangan kekuasaan dimana tak ada satupun negara Eropa yang lebih kuat diantara lainnya. Metternich juga menciptakan sistem dimana setiap negara Eropa akan saling membantu agar aristokrat tetap berkuasa. Dengan mencegah monarki tunggal di setiap negara agar tidak jatuh menjadi nasionalisme maka akan mencegah seluruh Eropa terbakar api revolusi sosial.</p>
<p>Jika revolusi sosial terjadi, Metternich berpendapat bahwa Eropa akan terjerumus kedalam pertumpahan darah dengan skala seperti perang Napoleon. Metternich takut kepada kekuatan nasionalisme yang akan merobek negeri-negeri multi etnik seperti Rusia dan Kekaisaran Austria­Hungaria.</p>
<p>Sesudah kongres konflik antara yang ingin perubahan dan pro status quo mulai muncul. Tahun 1848 terdapat revolusi yang menyebabkan riak sosial. Awal 1860 sampai 1870 perubahan dimulai: penyatuan Italia dan Jerman. Penyatuan Jerman dipanggul oleh kanselir bertangan besi Otto von Bismarck melalui peperangan tahun 1864-1871.</p>
<p>Perang Franco-Prussia tahun 1870-71 tak hanya memperkuat kekaisaran Jerman namun rasa dendam antara Perancis dan Jerman dikarenakan pendudukan Jerman atas daerah Perancis di Elsass-Lothringen. Dengan arahan politis kanselir Otto von Bismarck, Jerman mengamankan posisinya di Eropa dengan bersekutu pada Austria-Hungaria dan nota diplomatik dengan Rusia. Bismarck mulai mengejar persekutuan dan perjanjian damai di seluruh negara Eropa kecuali Perancis. Bismarck takut perang akan menghancurkan persatuan Jerman yang telah dibangunnya dengan susah payah. Ketika kaisar Wilhelm I wafat, sistem persekutuan mengikat Eropa.</p>
<p>Naiknya Kaisar Wilhelm II(1888) membawa Jerman dipimpin pemimpin muda yang gegabah. Setelah pemilu tahun 1890 kaisar memaksa Bismarck untuk mundur.</p>
<p>Jatuhnya Kanselir mengakibatkan masalah baru, Kaisar gagal memperbaharui perjanjian tahun 1887 dengan Rusia sehingga Perancis sudah lebih dulu menandatanganinya dengan Rusia. Lebih buruk lagi ketika kaisar memperkuat angkatan laut Jerman sehingga mampu mengancam Inggris menyebabkan ketegangan antara Inggris dan Jerman tahun 1904 dan berkembang dengan memasukkan Rusia yang bukan lagi sekutu Jerman.</p>
<p>Ketegangan semakin memuncak dengan perebutan daerah jajahan di Afrika dan Asia diantara negara-negara Eropa pada tahun 1880. Bahkan Bismarck yang enggan menjajah menambah ketegangan dengan mengambil beberapa daerah di Asia dan Afrika sehingga Inggris sebagai penjajah sepertiga dunia merasa terancam kepentingannya.</p>
<p>Kunci selanjutnya adalah tumbuhnya nasionalisme diantara negara-negara Balkan yang masing­masing mencari dukungan Jerman, Austria-Hungaria dan Rusia.</p>
<p>Kecurigaan kepada pemulihan Rusia tahun 1909 menyebabkan Jerman berencana untuk menyerang duluan agar ketegangan terpecahkan sebelum kekuatan Rusia melebihi Jerman. Pada tahun 1913 Jerman dan Perancis memperkuat militernya.</p>
<p><strong>Pecahnya perang</strong></p>
<p>Keamanan regional Austria terancam dengan daerah Serbia yang terus meluas sebagai hasil perang Balkan 1912-1913. Kaisar Franz Joseph, dan Conrad von Hötzendorf, khawatir dengan nasionalisme Serbia di bagian selatan Austria. Mereka khawatir Rusia akan mendukung pencaplokan yang dilakukan oleh Serbia.</p>
<p>Austria merasa lebih baik menghancurkan Serbia dulu sebelum terdahului. Austria-Hungaria sendiri bukanlah negara yang kuat, koalisi antara Hungaria dan Austria berarti Austria mengurusi masalah luar negeri dan Hungaria mengurusi dalam negeri. Austria juga merasa dengan menyerang Serbia maka negaranya akan lebih kuat. Terbunuhnya pewaris takhta Austria pangeran Franz Ferdinand oleh orang Serbia pada tahun 1914 mendukung rencana penyerangan</p>
<p>terhadap Serbia dengan tuduhan bahwa pejabat Serbia sebagai sponsornya walau Serbia sendiri menyangkalnya.</p>
<p>Dengan dukungan Jerman, Austria-Hungaria mengirimkan 10 poin ultimatum terhadap Serbia (23 Juli 1914), untuk dipatuhi dalam waktu 48 jam. Pemerintah Serbia setuju kecuali untuk satu poin. Tanggal 25 Juli hubungan diplomatik antara Serbia dan Austria Hungaria diputuskan dan tanggal 28 Juli perang dideklarasikan.</p>
<p>Pemerintah Rusia yang sejak tahun 1909 berjanji untuk mendukung kemerdekaan Serbia sebagai ganti penjajahan Bosnia, memobilisasi prajurit cadangannya tanggal 30 Juli setelah komunikasi telegram penting antara Kaisar Wilhelm dan Tsar Rusia Nicholas II. Jerman kemudian mendeklarasikan perang melawan Rusia tanggal 1 Agustus dan dua tahun lagi melawan Perancis. Konflik kemudian terjadi antara aliansi Jerman-Austria-Italia vs Perancis-Rusia kemudian Inggris dan Serbia. Tak ada satupun aliansi yang diaktivkan ketika perang pecah walau mobilisasi umum Rusia dan deklarasi perang Jerman kepada Perancis lebih dikarenakan ketakutan siapa duluan yang memulai perang. Deklarasi perang Inggris terhadap Jerman tangal 4 Agustus bukan karena kesepahaman Inggris dengan Rusia dan Perancis namun invasi Jerman ke Belgia tanggal 4 Agustus 1914 dianggap Inggris mengganggu perjanjian London 1839 dimana Inggris mendukung kemerdekaan Belgia. Inggris juga beralasan kalau Jerman tidak dicegah maka koloni Inggris di Asia dan Afrika akan terancam karena Jerman mulai merambah koloni Perancis di Atlantik.</p>
<p><strong>Pertempuran pertama</strong></p>
<p>Jerman dengan Austria-Hungaria memfokuskan Austria-Hungaria bertempur melawan Rusia sementara Jerman bertempur dengan Perancis di front barat. Namun Austria malah memfokuskan diri menyerang Serbia di selatan. Serangan Austria gagal karena terjebak pada jebakan artileri Serbia. Tiga hari kemudian Austria mundur dari sungai Donau, tanda kemenangan sekutu.</p>
<p>Poros tengah (Jerman-Austria) menderita kekalahan besar karena ini. Austria gagal mengeliminasi Serbia dan front timur terancam jatuh ke tangan Rusia.</p>
<p>Rencana Schlieffen dari Jerman merencanakan untuk bertempur dengan aliansi Perancis-Rusia melibatkan hantaman kuat pada Perancis dan kemudian menghantam Rusia yang lemah mobilisasinya. Jerman berhati-hati dalam menyerang Perancis, maka Belgia di utara Perancis harus diduduki karena menghalangi jalan Jerman ketika Belgia menolak memberi jalan bagi Jerman. Inggris pun ikut campur karena perjanjian London tahun 1839 tersebut di atas.</p>
<p>Rencana Jerman tak mulus, Rusia ternyata cepat memobilisasi prajurit serta perlawanan di Belgia tak kunjung surut. Rusia menyerang Prusia timur mengalihkan kekuatan Jerman di front barat. Di pertempuran Tannenberg Jerman mengalahkan Rusia namun prajurit Perancis dan Inggris mampu menahan Jerman di pertempuran Marne (September 1914) , poros tengah kini dipaksa berperang di dua front. Pendudukan sekutu di wilayah musuh bukanlah di Eropa namun di Afrika, prajurit Afrika Selatan menyerang dan menduduki koloni Jerman di Namibia.</p>
<p><strong>Persebaran perang </strong><strong>1914</strong></p>
<p><strong>28Juli</strong></p>
<p>Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia;</p>
<p><strong>1Agustus</strong></p>
<p>Jerman menyatakan perang terhadap Rusia;</p>
<p><strong>2Agustus</strong></p>
<p>Prajurit Jerman menduduki Luxembourg</p>
<p><strong>3Agustus</strong></p>
<p>Jerman menyatakan perang terhadap Perancis</p>
<p><strong>4Agustus</strong></p>
<p>Jerman menyerang Belgia;</p>
<p><strong>4Agustus</strong></p>
<p>Inggris menyatakan perang terhadap Jerman karena Belgia diserang.</p>
<p><strong>12 Agustus</strong></p>
<p>Inggris menyatakan perang terhadap Austria-H ungaria</p>
<p><strong>14 Agustus</strong></p>
<p>Tentara Austria dan Serbia bertemu di Cer</p>
<p><strong>19 Agustus</strong></p>
<p>Tentara Austria dikalahkan Serbia di Cer</p>
<p><strong>20 Agustus</strong></p>
<p>Tentara Jerman menduduki Brussel, Belgia,dahulu disebut dengan <em>Flanders</em></p>
<p><strong>23 Agustus</strong></p>
<p>Jepang menyatakan perang terhadap Jerman.</p>
<p><strong>September</strong></p>
<p>Pakta kesatuan disepakati antara Perancis, Inggris dan Rusia.</p>
<p><strong>9 Oktober</strong></p>
<p>Pengepungan Antwerp &#8211; Antwerp, Belgia jatuh ke tangan Jerman.</p>
<p><strong>1-5 November</strong></p>
<p>Kekaisaran Ottoman memasuki perang dengan mendukung koalisi Jerman.</p>
<p><strong>1915</strong></p>
<p><strong>15 Januari</strong></p>
<p>Gas beracun digunakan pertama kali oleh Jerman terhadap Rusia di pertempuran Bolimow</p>
<p><strong>24 April</strong></p>
<p>Pembantaian Armenia mulai di kekaisaran Ottoman.</p>
<p><strong>25 April </strong>Penyerangan Gallipoli</p>
<p><strong>23 Mei</strong></p>
<p>Italia menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria</p>
<p><strong>Oktober</strong></p>
<p>Bulgaria bergabung dengan Jerman dan Austria-Hungaria.</p>
<p><strong>1916</strong></p>
<p><strong>27 Agustus</strong></p>
<p>Romania menyatakan perang terhadap Austria-H ungaria;</p>
<p><strong>28 Agustus</strong></p>
<p>Italia mendeklarasikan perang terhadap Jerman.</p>
<p><strong>15 September</strong></p>
<p>Pertempuran Somme, 2 tentara mati untuk setiap cm nya.</p>
<p><strong>1917</strong></p>
<p><strong>24 Februari</strong></p>
<p>Dubes Amerika Serikat untuk Inggris Walter H. Page mendapat telegram Zimmermann dimana Jerman menawarkan Meksiko untuk menyerang AS dan akan memberikan AS bagian selatan kepada Meksiko jika Meksiko menyatakan perang terhadap AS.</p>
<p><strong>6 April</strong></p>
<p>Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman;</p>
<p><strong>14 Agustus</strong></p>
<p>Republik Cina menyatakan perang terhadap Jerman</p>
<p><strong>26 Oktober</strong></p>
<p>Brazil menyatakan peran terhadap Jerman.</p>
<p><strong>1918</strong></p>
<p><strong>21 Maret</strong></p>
<p>Jerman menyerang dengan &#8220;Operation Michael&#8221;, dengan taktik baru disebut taktik <em>Hutier </em>(dari Oskar von Hutier) untuk menyusup dan menggali parit. Serangan Jerman memajukan daerah Jerman 60 km, namun karena masalah logistik Jerman didorong kembali oleh Sekutu<strong>.</strong></p>
<p><strong>April</strong></p>
<p>Amerika Serikat di bawah Jendral John Pershing memasuki perang.</p>
<p><strong>18 Juli</strong></p>
<p>Pada pertempuran Chateau-Thierry, prajurit Amerika Serikat dan Perancis menyerbu dengan banyak tank dan mengejutkan Jerman. Saint-Mihiel salient yang diduduki Jerman semenjak 1914 direbut kembali.</p>
<p><strong>26 September</strong></p>
<p>Amerika Serikat mulai melaksanakan serangan di Meuse-Argonne,Perancis.</p>
<p><strong>27 September</strong></p>
<p>Bukit 305 milik Jerman di Montfaucon d&#8217;Argonne direbut.</p>
<p><strong>29 September</strong></p>
<p>Bulgaria menandatangani gencatan senjata</p>
<p><strong>3 Oktober</strong></p>
<p>Jerman meminta gencatan senjata</p>
<p><strong>24 Oktober</strong></p>
<p>Tentara Italia menyerbu dan menghancurkan Angkatan Bersenjata Austria-Hungaria</p>
<p><strong>30 Oktober</strong></p>
<p>Kekaisaran Ottoman menyerah</p>
<p><strong>3 November</strong></p>
<p>Austria dan Hungaria lalu menandatangani gencatan senjata dan monarki Habsburg pun tumbang.</p>
<p><strong>4 November</strong></p>
<p>Empat puluh ribu pelaut mengambil alih dermaga memprotes perjanjian antara Angkatan Laut Inggris dengan Komando Angkatan Laut Jerman walau sudah jelas bahwa perang telah kalah.</p>
<p><strong>9 November</strong></p>
<p>Revolusi Jerman pecah, Kaisar Wilhelm II tumbang.</p>
<p><strong>11 November</strong></p>
<p>Jerman menandatangani gencatan senjata dengan sekutu di jalan kereta api Compiègne. Perang secara resmi usai.</p>
<p>Keterangan :</p>
<p><strong>Pasukan sekutu tewas: 5,497,600</strong></p>
<p>(Belgia, Persemakmuran, Australia, Kanada, India, Selandia Baru,AfrikaSelatan,Inggris,</p>
<p>Perancis ,Koloni Perancis ,Yunani ,Italia ,Jepang ,Montenegro ,Rumania ,Rusia Serbia, Amerika Serikat)</p>
<p><strong>Pasukan poros tengah (Entente) tewas 3,382,500</strong></p>
<p>(Austria-H ungaria,Bulgaria, Jerman, Kekaisaran Ottoman)</p>
<p><strong>1919</strong></p>
<p><strong>18Juni</strong></p>
<p>Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I ditandatangani. Isinya menimpakan segala tanggung jawab dan ganti rugi perang pada pihak Jerman. Upacaranya diadakan di istana Versailles di tempat yang sama dimana Kekaisaran Jerman tahun 1871 diproklamasikan. Perjanjian ini memunculkan Liga bangsa-bangsa. Daerah-daerah Jerman yang hilang adalah:</p>
<ul>
<li>Elsass-Lothringen (Dulunya milik Perancis sampai tahun 1871) menjadi milik Perancis kembali.</li>
<li>Schleswig Utara di Schleswig-Holstein jatuh ke Denmark (3,228 km<sup>2</sup>)</li>
<li>Sebagian besar Polandia (Provinz Posen) dan Ost-Pommern (Pomerania Timur) menjadi milik Polandia.</li>
<li>Area Hulczyn di Ober Schlesien menjadi milik Cekoslowakia.</li>
<li>Bagian timur Ober Schlesien menjadi milik Polandia.</li>
<li>Kota Jerman Eupen dan Malmedy menjadi milik Belgia.</li>
<li>Daerah Soldau di Prussia Timur menjadi milik Polandia.</li>
<li>Bagian utara Prussia Timur yang disebut <em>Memelland </em>berada dalam kendali Perancis, kemudian diberikan kepada Lithuania.</li>
<li>Saarland berada di bawah kendali Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun.</li>
<li>Kota Danzig (sekarang Gdańsk, Polandia) dengan delta sungai Vistula menjadi <em>Freie Stadt</em></li>
</ul>
<p><em>Danzig </em>(Kota merdeka Danzig) di bawah Liga Bangsa-Bangsa dan kewenangan Polandia. Perjanjian Versailles dipengaruhi dendam Perancis yang kehilangan Elsass-Lothringen tahun 1871 ketika berperang dengan Prussia belum lagi kerusakan perang sebagian besar diderita Perancis, maka Perancis yang ketakutan dengan bangkitnya kembali Jerman menyerbu Rheinland tahun 1923. Tentara Jerman dibatasi hanya 100.000 prajurit, tak boleh memiliki tank dan staf jendral. Angkatan Laut Jerman hanya dibolehkan memiliki 15.000 prajurit dan tak boleh memiliki kapal selam dan hanya enam kapal perang. Kekuatan Udara tak diizinkan sama sekali. Semua ini dilakukan karena ketakutan akan agresi Jerman kembali.</p>
<p>Biaya perang yang harus di bayar Jerman pada tahun 1921 mencapai 296 Trilyun mark emas dan dikurangi menjadi 132 trilyun mark emas. Kejatuhan Jerman ini meruntuhkan kekaisaran dan Jerman menjadi Republik Weimar. Hasil perjanjian Versailles yang merugikan Jerman ini dijadikan Hitler untuk membakar semangat rakyat agar melanggar perjanjian ini yang dia buktikan ketika berkuasa.</p>
<p><strong>Konsekwensi Geopolitis dan Ekonomi dari Perang Dunia I:</strong></p>
<p><strong>Jerman</strong></p>
<p>Kekalahan Jerman mengarah kepada perubahan dasar negara sehingga Jerman menjadi demokrasi parlementer tanggal 28 Oktober 1928 . Kerusuhan sipil merebak dan usaha revolusi dari Partai Sosial Demokratik dan Komunis muncul. Bulan November Kaisar Wilhelm II dibuang dan tanggal 11 Agustus 1919 Jerman menjadi Republik Weimar dengan Presiden sebagai kepala negara. Republik baru harus menghadapi kenyataan bahwa 15 persen wilayah Jerman dikauasai Sekutu. Daerah terrbesar yang hilang menjadi milik Polandia yang dahulunya sejak 1871 menjadi wilayah Jerman. Wilayah yang menjadi Polandia itu disebut ‘Koridor Polandia’ karena posisinya antara Prussia timur dan sisa Jerman. Ingris dan Perancis kemudian menguasai koloni Jerman. Sekutu mengangap hasil perjanjian Versailles adil namun tidak bagi rakyat Jerman. Banyak orang Jerman percaya bahwa mereka bisa menang perang namun kalah karena ada pengkhianat di</p>
<p>tanah air yang melakukan revolusi. Krisis ekonomi yang parah di Jerman menjadi katalis bagi Nazi yang akan memulai Perang Dunia ke II.</p>
<p><strong>Rusia (Soviet)</strong></p>
<p>Finlandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia merdeka. Kerajaan Polandia digantikan oleh Republik Polandia Selatan tahun 1918 menyatukan provinsi Polandia di Austria dan Prussia. Armenia, Georgia dan Azerbeijan merdeka dan pada tahun 1922 diserbu Soviet.</p>
<p><strong>Kekaisaran Austria-Hungaria</strong></p>
<p>Austria dan Hungaria pecah lalu membuang dinasti Habsburg. Bohemia, Moravia, Czech Silesia, Slovakia dan Carpathian Ruthenia menjadi Cekoslowakia. Galicia bergabung dengan Polandia kemudian Tirol Selatan dan Trieste jatuh ke tangan Italia. Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Slovenia, dan Vojvodina bergabung dengan Serbia dan Montenegro membentuk kerajaan Serbia, Kroasia dan Slovenia, kemudian menjadi Yugoslavia. Transylvania menjadi bagian Rumania.</p>
<p>Pembagian negara ini tak berdasarkan etnik, sehingga menjadi bom waktu di kemudian hari di Yugoslavia ketika pada dekade 90-an pecah perang etnis di Yugoslavia.</p>
<p><strong>Kekaisaran Ottoman</strong></p>
<p>Kekaisaran Ottoman di Turki berakhir, Perancis dan Inggris mendapat sebagian besar timur tengah dan Inggris mendapatkan Palestina dengan mandat Liga Bangsa-Bangsa, suatu mandat yang menyebabkan masalah Palestina Israel sampai saat ini. Turki menjadi negara baru sekuler dengan Kemal Ataturk sebagai pemimpinnya.</p>
<p><strong>Persemakmuran</strong></p>
<p>Di Inggris pemerintah morat-marit karena utang dan biaya pemeliharaan persemakmuran. Negara-negara persemakmuran yang terlibat perang seperti Australia dan Kanada bangkit nasionalismenya dan merasa tak perlu lagi berada di bawah kekuasaan Inggris.</p>
<p><strong>Perancis</strong></p>
<p>Bagi Perancis akhir perang merupakan babak baru, daerah Rhein dipaksakan menjadi wilayah Perancis. Perancis masih takut akan Jerman yang tetap bertahan sesudah perang. Hal lainnya adalah bantuan prajurit dari jajahan Perancis dari Indochina, Afrika, dan Madagascar yang benar-benar membantu bertahannya Perancis, ketika prajurit bantuan itu pulang dan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua, mereka menjadi embrio pergerakan kemerdekaan di jajahan Perancis. Duka benar-benar menyelimuti Perancis karena ribuan monumen didirikan untuk menghormati prajurit mereka yang tewas.</p>
<p><strong>1920</strong></p>
<p>Di Jerman terjadi dua pemberontakan, Kapp Putsch dan kaum komunis yang menduduki daerah Ruhr, kedua pemberontakan itu dapat dipadamkan</p>
<p><strong>1921</strong></p>
<p>Di Sachsen dan Hamburg Komunis kembali memberontak dan dapat dimatikan</p>
<p><strong>1923</strong></p>
<p>Daerah Ruhr diduduki Perancis karena Jerman tak mampu membayar hutang perang. Keadaan ekonomi di Jerman semakin morat marit. <em>Beer Hall Putsch </em>di München yang gagal terjadi. Hitler dipenjara di Landsberg am Lech sampai tahun 1924.</p>
<p><strong>14 September 1930</strong></p>
<p>Partai Nazi mendapat 18.3% suara</p>
<p><strong>31 Juli 1932</strong></p>
<p>Nazi mendapat suara sebanyak 37.2% sehingga menjadi partai paling besar di <em>Reichstag</em>.</p>
<p><strong>30 Januari 1933</strong></p>
<p>Hitler menjadi Kanselir Jerman sekaligus Presiden setelah Paul von Hindenburg meninggal. Republik Weimar berakhir. Dimulainya periode Nazi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=117&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/latar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH PENGANTAR</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sebuah-pengantar/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sebuah-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan dan kebiadaban yang pernah dilakukan Nazi Jerman demikian monumental, sekaligus demikian absurd, hingga sulit dibayangkan bahwa itu sungguh pernah terjadi. Namun kenyataan bahwa itu sungguh terjadi adalah sebuah isyarat teramat berharga ihwal ambiguitas peradaban manusia. Ia memaksa kita setiap kali merenungkan kembali hakekat identitas kebangsaan dan prasangka rasial yang selalu membayanginya, perjuangan demi martabat <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sebuah-pengantar/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=115&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Kekerasan dan kebiadaban yang pernah dilakukan Nazi Jerman demikian monumental, sekaligus demikian absurd, hingga sulit dibayangkan bahwa itu sungguh pernah terjadi. Namun kenyataan bahwa itu sungguh terjadi adalah sebuah isyarat teramat berharga ihwal ambiguitas peradaban manusia. Ia memaksa kita setiap kali merenungkan kembali hakekat identitas kebangsaan dan prasangka rasial yang selalu membayanginya, perjuangan demi martabat dan degradasi moral yang diakibatkannya, idealisme dan korban-korbannya, penalaran dan kegilaan yang menyertainya, kesadaran dan ketaksadaran yang tersembunyi di baliknya, dan seterusnya. Betapa dalam situasi tertentu segala konsep adiluhung dan suci bisa demikian kabur, tumpang tindih, menjadi tak lebih dari omong kosong besar namun membawa dampak teramat serius dan menakutkan.</p>
<p>Sungguh sulit sebenarnya membayangkan bahwa suatu negeri yang telah melahirkan penulis brilian macam Goethe, Heine, atau Schiller akhirnya membakari buku dan mengontrol pikiran. Betapa mengherankan bahwa sebuah bangsa dengan kecerdasan intelektual sedahsyat Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx atau Albert Einstein, akhirnya begitu antusias menjalankan proyek penaklukan dunia yang demikian naif dan bodoh. Sungguh tak bisa dimengerti bahwa sebuah bangsa dengan sensibilitas batin Johann Sebastian Bach, Ludwig van Beethoven atau Mozart akhirnya membantai jutaan orang, perempuan dan anak-anak tanpa hati sama sekali. Fenomena seganjil ini terlampau pelik dan penting untuk sekedar dikutuk dan dicaci. Ia akan tetap merupakan misteri ambivalensi sejarah peradaban manusia yang perlu dikaji kembali setiap kali.</p>
<p>Tentu ada banyak sekali faktor yang telah menciptakan peristiwa itu: batas­batas geopolitis Jerman yang sepanjang sejarah selalu tidak stabil dan artifisial sehingga identitas kebangsaannya senantiasa rentan; situasi kemiskinan dan pengangguran parah akibat rangkaian peperangan yang memupuk agresivitas dan kemarahan; lemahnya pemerintahan monarki Habsburg dan kekacauan pertikaian partai yang membuat orang merindukan kepastian; situasi penuh frustrasi yang mendorong orang mencari kambing hitam; tendensi ke arah totaliterianisme dalam filsafat Jerman sendiri, dan seterusnya. Telah banyak penelitian yang membahas ini semua. Diantara berbagai faktor itu tentu saja figur Hitler sendiri senantiasa menarik untuk disoroti.</p>
<p>Hitler saya kira adalah suatu figur yang sangat menarik, suatu sample dari misteri kedirian manusia yang tak selalu tertebak. Dalam takaran formal, stereotipikal Hitler sendiri bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi. SMU-pun ia tidak selesai. Prestasi sewaktu di sekolah juga sama sekali tak mengesankan. Dia tidak lebih dari seorang otodidak yang keranjingan membaca, sangat sensitif, sangat obsesif dan temperamental. Kekecewaan besarnya akibat tidak diterima di Sekolah Seni Rupa, obsesinya untuk menjadi arsitek yang tak pernah terwujud, pengalaman keterpurukannya dalam kemiskinan sewaktu di Wina, kemarahannya terhadap keterjajahan, ditambah dengan kecerdasan reflektifnya dalam menangkap inti</p>
<p>persoalan sosial-politik, itu semua secara mengejutkan akhirnya melambungkan dia sebagai seorang demagog dengan retorika yang mampu menyihir massa sedemikian rupa, hingga lahirlah fenomena Nazi yang keganjilannya demikian spektakuler dalam sejarah manusia. Sebuah alur karier fantastis bagai sebuah drama. Hitler adalah suatu kecerdasan tak lazim yang mampu menangkap psikologi massa secara luar biasa, mampu mendramatisasi dan memanipulasi pengalaman penderitaan, ketakutan, kemarahan dan kebencian, dan memadukannya dengan ilusi harga diri yang membius .</p>
<p>Namun yang lebih menarik adalah bahwa fenomena Hitler menampilkan berbagai paradoks. Motivasi awal Hitler sesungguhnya adalah kepedulian moral yang tulus terhadap martabat sebuah bangsa. Namun ternyata itu berakhir sebagai arogansi diktatorial yang demikian immoral. Penalaran Hitler sesungguhnya dipupuk oleh berbagai inspirasi filsafati, antara lain berbagai pemikiran canggih dari Fichte, Hegel, Marx, Treitschke atau pun Nietzsche, dan rasionalitas filosofis itu digunakannya untuk mengubah realitas nyata. Namun akhirnya seluruh proyeknya menjadi betul-betul irrasional, bahkan schizofrenik. Sama halnya dengan cita-citanya untuk menciptakan jiwa yang sehat dengan menciptakan tradisi menjaga tubuh yang sehat, yang lantas berakhir dalam pembasmian segala tubuh rapuh dan cacat: eksterminasi 6 jutaan orang yahudi! Sebuah simtom spektakulerjustru tentang jiwa yang kacau dan tak sehat.</p>
<p>Absurditas dan paradoks perjuangan nilai macam ini sesungguhnya tidaklah hanya menimpa Hitler. Tendensi macam itu selalu membayangi dinamika kiprah peradaban manusia hingga kini. Tengoklah bagaimana segala perjuangan demi ahlak dan kebenaran Tuhan hari-hari ini kerap kali jatuh menjadi berbagai bentuk kekerasan yang justru tak berahlak. Berbagai gerakan untuk membela martabat agama justru berakhir dengan merusakkannya. Hitler pun pada masa itu sesungguhnya menganggap segala kiprah dan perjuangannya sebagai pekerjaan demi kemuliaan Tuhan. Dalam dunia manusia antusiasme berlebihan terhadap idealisme, yang teramat religius sekali pun, begitu mudah jatuh menjadi kebodohan yang mengenaskan dan menyedihkan. Namun inilah dunia manusia yang selalu tak sederhana, kompleks dan tak pasti. Bagi manusia akal dan kebebasan kadang sungguh merupakan keterkutukan, seperti pernah dikatakan filsuf Sartre.</p>
<p>Buku <em>Mein Kampf </em>yang ada di tangan anda ini adalah isi hati dan pikiran manusia bernama Hitler itu. Membacanya berarti memasuki kompleksitas persoalan di balik peristiwa Nazi yang mengerikan itu. Buku buah pikiran Hitler sendiri ini adalah sebuah tonggak penting dalam sejarah peradaban. Ia memperlihatkan nasib komitmen luhur yang jatuh menjadi kegilaan massal yang parah; memperlihatkan tragedi dan kekonyolan mengenaskan dari sebuah obsesi ke arah pengakuan identitas diri yang salah arah. Identitas, sebuah tema sentral dalam percaturan kultural global saat ini juga, yang memang mengancam manusia untuk terlikuidasi menjadi bukan siapa-siapa. Lepas dari berbagai kelemahan kecilnya, terjemahan ini adalah sebuah upaya penting bagi evolusi kesadaran yang hendak belajar dari sejarah.</p>
<p>Bandung, 9 September 2005 <strong>Bambang Sugiharto</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=115&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/sebuah-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mein Kampf</title>
		<link>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/mein-kampf/</link>
		<comments>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/mein-kampf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahideku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahideku.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[JILID PERTAMA PEMBALASAN Pendahu luan Berdasarkan vonis pengadilan München maka pada hari ini, 1 April 1924, dimulailah penahanan saya di Landsberg am Lech. Maka dari itu penahanan ini menawarkan saya tahun-tahun yang tak terputuskan dan pada pertamakalinya memberikan kemungkinan untuk memulai karya yang telah dituntut oleh banyak orang dan saya anggap mempunyai banyak manfaat bagi <a href="http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/mein-kampf/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=113&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>JILID PERTAMA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PEMBALASAN</strong></p>
<p><strong>Pendahu luan</strong></p>
<p>Berdasarkan vonis pengadilan München maka pada hari ini, 1 April 1924, dimulailah penahanan saya di Landsberg am Lech. Maka dari itu penahanan ini menawarkan saya tahun-tahun yang tak terputuskan dan pada pertamakalinya memberikan kemungkinan untuk memulai karya yang telah dituntut oleh banyak orang dan saya anggap mempunyai banyak manfaat bagi pergerakan. Maka saya telah memutuskan, tak hanya tujuan pergerakan kita yang dijelaskan dengan cermat tapi juga gambaran perkembangan yang ditunjukan dalam dua jilid. Akan banyak yang dapat dipelajari bagi kalian dari uraian doktrin yang suci ini. Sejauh hal ini penting, saya juga mendapat kesempatan untuk menunjukan keadaan saya bagi jilid pertama dan jilid kedua, dan juga untuk penghancuran fitnah terhadap diri saya yang dilakukan oleh pers Yahudi yang jahat. Karya ini tidak saya maksudkan bagi orang asing, melainkan pada pengikut pergerakan lainnya yang berjuang dengan hatinya dan pemahamannya untuk kehangatan pencerahan. Saya tahu bahwa manusia lebih suka bahasa lisan daripada bahasa tulisan, bahwa setiap pergerakan besar di bumi ini tumbuh dari ucapan lisan yang besar, bukannya dari tulisan. Meskipun demikian, untuk selamanya kedua hal tersebut harus diletakkan secara seimbang sebagai dasar pembelajaran. Maka dari itu kedua jilid ini menjadi pondasi yang saya bungkus dalam satu karya.</p>
<p>Landsberg am Lech,</p>
<p>Lembaga pemasyarakatan dalam benteng</p>
<p><strong>Penulis</strong></p>
<p><strong>P</strong><strong>ada 9 NOVEMBER 1923 pukul 12:30 siang di depan Feldherrnhalle juga di halaman bekas </strong><strong>Kementrian Perang München orang-orang berikut ini gugur dengan keyakinan yang kuat demi </strong><strong>kebangkitan bangsanya.</strong></p>
<p><strong>ALFARTH</strong>, FELIX, pengusaha, lahir 5 Juli, I901 <strong>BAURIEDL</strong>, ANDREAS, pembuat topi, lahir 4 Mei I879 <strong>CASELLA</strong>, THEODOR, pegawai bank, lahir 8 Agustus 1900</p>
<p><strong>EHRLICH</strong>, WILHELM, pegawai bank, lahir 19 Agustus 1894 <strong>FAUST</strong>, MARTIN, pegawai bank, lahir 27 Januari 1901 <strong>HECHENBERGER</strong>, ANTON, tukang kunci, lahir 28 September I 902</p>
<p><strong>KORNER, OSKAR, </strong>pengusaha, lahir 4 Januari I875 <strong>KUHN</strong>, KARL, kepala pelayan, lahir 26 Juli I897</p>
<p><strong>LAFORCE</strong>, KARL, mahasiswa teknik, lahir 28 Oktober 1904 <strong>NEUBAUER</strong>, KURT, pelayan pria, lahir 27 Maret I899 <strong>PAPE</strong>, CLAUS VON, pengusaha, lahir Agustus I904</p>
<p><strong>PFORDTEN</strong>, THEODOR VON DER, Kanselir pengadilan wilayah, lahir 14 Mei I873 <strong>RICKMERS</strong>, JOHANN, pensiunan kapten kavaleri, lahir 7 Mei I88I</p>
<p><strong>SCHEUBN ER-RICHTER</strong>, MAX ERWIN VON, Doktor teknik, lahir 9 Januari I884</p>
<p><strong>STRANSKY</strong>, LORENZ RITTER VON, insinyur, lahir 14 Maret I889</p>
<p><strong>WOLF</strong>, WILHELM, pengusaha, lahir 19 Oktober I898</p>
<p>Mereka yang menyebut diri berwenang dalam lingkup nasional menolak untuk menguburkan mereka dengan layak.</p>
<p>Maka dari itu saya dedikasikan untuk mereka, bagi ingatan umum, jilid pertama buku ini. Sebagai saksi-saksi berdarah, semoga mereka bersinar selamanya sebagai contoh yang berkilau bagi pengikut pergerakan kita.</p>
<p>Landsberg a. L., Lembaga pemasyarakatan dalam benteng, 16 Oktober 1924</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahideku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahideku.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahideku.wordpress.com&amp;blog=8355205&amp;post=113&amp;subd=rumahideku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahideku.wordpress.com/2010/03/26/mein-kampf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.868028 107.593739</georss:point>
		<geo:lat>-6.868028</geo:lat>
		<geo:long>107.593739</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/539ddf2212b171829be8c850e5b559fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahideku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
